RUZKA INDONESIA — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyiapkan sejumlah langkah strategis yang siap dijalankan pada 2027.
Mulai dari pemulihan TPA Cipayung, revitalisasi empat Unit Pengolahan Sampah (UPS), hingga pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk pengelolaan TPA.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni menjelaskan, seluruh program yang dijalankan pada 2027 mengacu pada dokumen perencanaan yang berjenjang, mulai dari RPJMD, Renstra, Renja hingga RKPD.
โKalau mekanisme kerja itu dari RPJMD turun ke Renstra, Renstra turun ke Renja, dan Renja ini yang nanti masuk menjadi RKPD. Jadi kami bekerja di 2027 sesuai RKPD,โ jelas Reni dalam keterangan yang diterima, Sabtu (21/03/2026).
Menurut Reni, DLHK Kota Depok memiliki dua urusan besar yang ditangani, yakni urusan lingkungan hidup dan kehutanan.
โDi 2027 tugas kami menyelesaikan dua urusan besar, yaitu urusan lingkungan hidup dan urusan kehutanan,โ jelasnya.
Pada urusan lingkungan hidup, DLHK Kota Depok menangani penanganan pencemaran, persampahan, hingga kebersihan.
Sementara pada urusan kehutanan, DLHK mengelola Taman Hutan Raya serta dua alun-alun kota.
Capping TPA Cipayung
Salah satu program unggulan 2027 adalah pemulihan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung melalui skema capping atau penutupan total permukaan TPA.
โDi 2027 kami akan melakukan capping TPA Cipayung, yaitu menutup seluruh permukaan TPA dengan layer membran atau lapisan lainnya,โ kata Reni.
Tak hanya menutup permukaan, DLHK juga akan melakukan penanganan lindi (air rembesan sampah) dan gas metana.
โDengan penutupan menggunakan membran kedap, infiltrasi air hujan bisa diminimalisir. Harapannya longsoran tidak semakin banyak dan pencemaran air tidak bertambah seperti kondisi saat ini,โ tambahnya.
Revitalisasi Empat UPS
Program unggulan berikutnya adalah revitalisasi empat UPS yang saat ini dalam kondisi tidak optimal atau โmati suriโ.
โDi 2027 kami mengusulkan empat lokasi UPS untuk direvitalisasi dan dioptimalkan kembali fungsinya,โ jelasnya.
Empat lokasi tersebut yakni UPS Cicalak Pasar, UPS Sukatani, UPS Pondok Petir, dan UPS Harjamukti.
Revitalisasi dilakukan dengan perbaikan gedung serta penyempurnaan peralatan, dengan target kapasitas pengolahan hingga 10 ton sampah per hari di masing-masing lokasi.
Dorong UPT-TPA Jadi BLUD
DLHK juga berencana melakukan reformasi kelembagaan dengan memisahkan fungsi regulator dan operator dalam pengelolaan TPA.
โSekarang ini regulator dan operator masih tergabung. Ke depan akan kami pisahkan, dan UPT-TPA Cipayung kami dorong menjadi BLUD,โ ungkap Reni.
Menurutnya, skema BLUD akan membuat pengelolaan lebih lincah dan fleksibel.
โKalau BLUD lebih agile dari sisi pendanaan dan pelaksanaan. Bisa bermitra dengan berbagai pihak dan lebih fleksibel dari sisi waktu,โ terangnya.
Fokus Hulu hingga Hilir
Selain teknologi pengolahan, DLHK juga akan memperkuat pengurangan sampah dari sumbernya.
โKami akan fokus mulai dari pemilahan dan pengurangan sampah di sumber, dari skala rumah tangga. Kemudian di hilir juga kami maksimalkan industrialisasi pengolahan sampah,โ ungkapnya.
Dia menegaskan, penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh.
โMulai dari hulu kita selesaikan, tengahnya kita bereskan, hilirnya pun kita selesaikan,โ tegasnya.
Lanjutkan Program Ecosharing
Di bidang Tata Lingkungan dan Konservasi, DLHK akan melanjutkan program Ecosharing dengan gerakan โSatu Minggu, Satu Pohonโ.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan keanekaragaman hayati, bukan sekadar penghijauan biasa.
โTarget kami bukan hanya satu jenis pohon, tapi banyak jenis dengan banyak fungsi. Ketika bicara lingkungan, kita bicara keanekaragaman, bukan sekadar keragaman atau estetika saja,โ pungkasnya.
Dengan sejumlah program tersebut, DLHK Depok menargetkan pengelolaan lingkungan dan persampahan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kualitas hidup warga Kota Depok pada 2027 mendatang. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar