RUZKA INDONESIA — Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum., seorang pakar naskah dan sejarah Jawa senior asal Universitas Gadjah Mada (UGM), berbagi ilmu pada para personel kelompok musik etnik kontemporer Swara SeadaNya dari Komoenitas Makara yang terdiri dari Asep Rachman Muchlas, Theressa Rida, Ayie Suminar, Gunawan Wicaksono, Abrar Husin, dan Indonesiana Ayuningtyas di Depok, Kamis (08/01/2025).
Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum. atau lebih dikenal dengan panggilan Ibu Kenit ini banyak memberi masukan kepada para personel yang sedang mempelajari beberapa naskah Nusantara untuk nantinya dialih wahanakan dalam bentuk pertunjukan musik, puisi, dan tari.
Ibu Kenit sekaligus juga membagi pengalamannya dalam mementaskan Alih Wahana Manuskrip Kuna ke Seni Pertunjukan, “Adisari: Cahaya Kasih di Balik Penaklukan” di Yogyakarta pada Oktober 2025 lalu.
Pentas atas izin dari K.G.P.A.A. Paku Alam X dan dipersembahkan oleh Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, UGM ini berasal dari hasil alih wahana manuskrip kuna ke bentuk seni pertunjukan, dengan mengangkat kisah Putri Adisari berdasarkan manuskrip milik Pura Pakualaman yang berjudul Babad Matawis.
Pementasan ini dikemas dalam bentuk drama tari berpadu dengan gelaran wayang diiringi lagon, geguritan, macapat dan gamelan.
Kelompok Swara SeadaNya sangat berminat mendengarkan pengalaman dari Ibu Kenit karena ingin menyerap berbagai pengetahuan yang dimilikinya selama puluhan tahun menjadi peneliti naskah-naskah kuno Nusantara.
Hal ini sejalan juga dengan cita-cita Swara SeadaNya dalam mencipta sebuah karya yang melalui musik etnik kontemporer berupaya menghadirkan ruang dialog antara masa lalu dan masa kini, antara bunyi tradisional dan imajinasi modern dan nantinya diharapkan tak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi serta menggugah kesadaran budaya masyarakat.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Dr. Lily Tjahjandari dan Pakar Kesusastraan FIB UI Dr. Turita Indah Setyani, dan Praktisi Meditasi Sano Rizal yang juga ikut memberikan masukan. (***)
Sumber: Humas Komoenitas Makara


Komentar