Hukum
Beranda ยป Berita ยป 27 Proyek Mangkrak di PUPR Kaltim, LBH Peradi Tantang Kejati Kaltim Periksa Kontraktor

27 Proyek Mangkrak di PUPR Kaltim, LBH Peradi Tantang Kejati Kaltim Periksa Kontraktor

Kantor Dinas PUPR Kaltim. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Karut-marut pengelolaan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur kembali menuai sorotan tajam menyusul terbengkalainya puluhan proyek fisik strategis yang bersumber dari anggaran daerah.

Berdasarkan data Pansus LKPJ DPRD Kaltim dan investigasi koalisi hukum, tercatat ada 27 proyek mangkrak di berbagai sektor, di mana 9 proyek jumbo di antaranya berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim dengan nilai total kontrak mencapai lebih dari Rp65 miliar.

Sejumlah proyek vital yang mengalami kegagalan pengerjaan hingga berujung pada status putus kontrak di antaranya adalah proyek Rekonstruksi Jalan Muara Badak โ€“ Batas Bontang senilai Rp20,76 miliar dan pembangunan Wisma Purna Tugas Keuskupan Agung Samarinda senilai Rp12,99 miliar.

Proyek-proyek yang digarap oleh kontraktor pelaksana swasta tersebut gagal diselesaikan meski telah melewati batas waktu dan perpanjangan kontrak, sehingga merugikan keuangan negara serta menghambat pelayanan publik.

Praktisi hukum sekaligus Sekretaris LBH Peradi Profesional, Marulitua Rajagukguk, S.H., M.H., mengecam keras praktik buruk dan pembiaran sistematis yang terus berulang dalam proyek pengadaan barang dan jasa di sektor publik.

Polisi Berhasil Sita 79 Botol Miras Jenis Ciu di Malangbong Garut

Kasus Putus Kontrak

Ia menegaskan bahwa status putus kontrak tidak boleh sekadar diselesaikan lewat sanksi administratif denda keterlambatan semata.

“Kasus puluhan proyek putus kontrak dan mangkrak di Dinas PUPR-PERA Kaltim ini sudah sangat terang benderang. Ketika kontraktor gagal menyelesaikan pekerjaan berstandar miliaran rupiah, ini bukan sekadar wanprestasi biasa, melainkan indikasi kuat adanya persekongkolan jahat dalam proses tender, lemahnya verifikasi kapasitas penyedia jasa, hingga potensi mark-up anggaran,” tegas Marulitua dalam keterangan resminya, Senin (2/11/2026).

Marulitua menilai, maraknya kontraktor bermasalah yang terus melenggang memenangi proyek negara menunjukkan bobolnya sistem pengawasan internal. Modus operandi perusahaan yang kerap mangkir atau gagal kontrak namun tetap bisa beroperasi kembali dengan bendera berbeda harus dihentikan melalui tindakan hukum yang tegas.

Adannya laporan resmi yang telah dilayangkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur, LBH Peradi Profesional mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat jangan ‘masuk angin’.

“Kami mendesak Kejati Kaltim untuk tidak bersikap pasif. Kasus 27 proyek mangkrak ini infonya sudah dilaporkan secara resmi . APH wajib mengusut tuntas aliran dana (follow the money) dari termin pencairan anggaran yang sudah terserap, serta memeriksa seluruh pihak yang bertanggung jawab, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, hingga direksi perusahaan kontraktor pelaksana, kami juga akan bersurat ke jamwas Kejagung untuk memonitoring kinerja Kejati” lanjut Marulitua.

Dugaan Korupsi Jalan DBHCHT Pamekasan, LBH Desak Kejari Segera Tetapkan Tersangka

LBH Peradi Profesional menegaskan bahwa penegakan hukum yang transparan dan tidak tebang pilih sangat krusial untuk memberikan efek jera agar anggaran negara tidak terus-menerus dirampok oleh para vendor nakal.

Pihaknya akan terus mengawal proses hukum di tingkat kejaksaan hingga tuntas demi menyelamatkan hak-hak publik atas infrastruktur yang layak. (***)

Jurnalis: Egi
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Polisi Naik KRL Gerebek Kampung Bahari, Disita Mesin Cetak Ekstasi hingga Senjata Api

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom