RUZKA INDONESIA — Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menilai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X DPC PPP Kabupaten Majalengka berlangsung kondusif dan penuh kekompakan. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri agenda konsolidasi partai yang digelar pada Ahad (19/04/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, Uu menyebut Majalengka menjadi salah satu daerah dengan dinamika internal partai paling stabil dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Jawa Barat (Jabar).
โAlhamdulillah, saya sudah keliling hampir 10 kabupaten. Majalengka ini aman dan nyaman. Ini tentu berkat pondasi yang dibangun para senior partai, sehingga Muscab tahun ini berjalan kondusif,โ ucap Uu.
Menurutnya, kondisi internal yang solid menjadi modal penting bagi PPP untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kepemimpinan partai politik salah satunya ditentukan dari capaian kursi legislatif.
โKalau raihan suara naik, berarti kepemimpinan di daerah itu berhasil. Partai besar itu bukan dilihat dari usia, tapi dari jumlah anggota legislatifnya,โ tegasnya.
Dalam forum tersebut, Uu juga mendorong munculnya figur kuat dari internal partai untuk maju dalam kontestasi kepala daerah. Ia bahkan secara terbuka menyebut nama Ketua DPC PPP Majalengka, Muh Fajar Shidik, sebagai kandidat potensial.
โKami dorong Ketua DPC, termasuk Pak Fajar, untuk berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Hari ini kami deklarasikan sebagai calon bupati ke depan,โ ungkapnya.
Lebih lanjut, Uu membantah isu adanya pemecatan kader di tubuh PPP. Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi hanyalah bagian dari penyesuaian organisasi.
โTidak ada pemecatan kader. Yang ada adalah penyesuaian atau reshuffle untuk menjaga kondusivitas dan konsolidasi partai,โ jelasnya.
Terkait mekanisme Muscab, Uu menjelaskan adanya perubahan sistem pemilihan kepengurusan. Jika sebelumnya ketua DPC ditentukan berdasarkan suara terbanyak, kini melalui mekanisme formatur yang nantinya akan menentukan struktur kepengurusan.
โFormatur diberi waktu satu minggu untuk menyusun kepengurusan, kemudian diverifikasi DPW dan dikomunikasikan dengan DPP. Keputusan akhir tetap ada di DPP,โ katanya.
Ia juga mengingatkan kader agar memahami kemungkinan perbedaan nama antara hasil formatur dengan Surat Keputusan (SK) resmi yang diterbitkan DPP.
โIni harus disosialisasikan agar tidak menimbulkan kekecewaan di internal,โ tambahnya.
Dengan kondisi Majalengka yang dinilai kondusif, Uu optimistis proses penerbitan SK kepengurusan dapat berjalan lebih cepat tanpa hambatan berarti.
Sementara itu, dalam Muscab ke-X tersebut, Muh Fajar Shidik kembali terpilih sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Majalengka untuk periode berikutnya. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar