RUZKA INDONESIA – Sennheiser Group membukukan pendapatan €463,1 juta atau turun 5,9% secara tahunan pada tahun fiskal 2025. Meski melemah, perusahaan audio asal Jerman itu menyebut kinerja tersebut tetap tangguh di tengah volatilitas ekonomi global, penurunan permintaan, dan persaingan ketat.
Laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT tercatat €19,4 juta. Sepanjang 2025, Sennheiser juga mulai mengirimkan Spectera, ekosistem wireless broadband bidirectional pertama di dunia yang dikembangkan lebih dari 10 tahun.
“Tahun 2025 kembali menjadi tahun yang penuh tantangan, baik dari perspektif ekonomi maupun geopolitik,” ujar CEO Sennheiser Group, Andreas Sennheiser, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Dari sisi wilayah, EMEA masih menjadi kontributor terbesar dengan €215,8 juta, turun 7,0%. Pasar Jerman anjlok 11,8% akibat lesunya ekonomi. Wilayah AMERICAS menyumbang €142,6 juta atau turun 5,2%, dipengaruhi kehati-hatian belanja di AS. Sementara APAC membukukan €104,7 juta, turun 4,5%. India disebut menjadi pasar pertumbuhan utama di kawasan tersebut.
Chairman Sennheiser Group, Daniel Sennheiser, mengatakan respons cepat dan kedekatan dengan pelanggan menjadi kunci. “Hal ini menjadikan kemampuan untuk tetap responsif, terus mendorong proyek strategis utama, serta menjaga kedekatan dengan pelanggan menjadi semakin penting,” ujarnya.
Di tahun ke-80, Sennheiser menggelontorkan €48,1 juta atau 10% dari pendapatan untuk R&D, serta €5,8 juta untuk fasilitas produksi di Jerman dan Rumania. Produk baru lain yang diluncurkan antara lain mikrofon MKH 8018, platform EW-DX, dan solusi audio imersif Neumann RIME untuk Dolby Atmos via headphone.
Untuk 2026, Sennheiser memproyeksikan kondisi volatilitas masih berlanjut. Salah satu langkah strategisnya adalah menggabungkan Business Unit Pro Audio dan Business Communication sejak awal tahun ini. *** Editor: Yoyok Bepe, Email: yoyokbp@gmail.com






Komentar