Bisnis Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Senin Pagi Rupiah Melemah Jadi Rp18.090 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Senin Pagi Rupiah Melemah Jadi Rp18.090 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Rupiah melemah. (Foto: Ilustrasi)
Rupiah melemah. (Foto: Ilustrasi)

Rupiah masih berpeluang menguat pada pekan ini apabila tekanan terhadap dolar AS berlanjut. Namun penguatannya tidak terlalu besar.

RUZKA INDONESIA–Nilai tukar rupiah melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp18.090 per dolar AS pada Senin (13/07/2026) pagi. Padahal pada penutupan perdagangan Jumat (10/7), rupiah menguat 63 poin menjadi Rp18.065 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp18.128 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyatakan penguatan rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa (cadev) yang memadai.

“Rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua faktor tersebut diharapkan mampu meredam tekanan apabila gejolak di pasar keuangan global kembali meningkat,” kata Muhammad, Senin (13/7), tulis Bisnis.com.

Cadangan devisa Indonesia tercatat meningkat menjadi US$145,6 miliar pada akhir Juni 2026, dari US$144,9 miliar pada bulan sebelumnya.

Rafli Yandra Nakhodai Pupuk Kaltim, Fokus pada Efisiensi dan Daya Saing Global

Menurut dia, rupiah masih berpeluang menguat pada pekan ini apabila tekanan terhadap dolar AS berlanjut. Namun, penguatan tersebut diperkirakan tidak akan terlalu besar karena investor masih menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama inflasi inti (Core CPI), yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

“Sentimen yang akan memengaruhi pergerakan rupiah pekan depan adalah rilis data Core CPI Amerika Serikat. Jika inflasi inti lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi pasar terhadap suku bunga tinggi The Fed akan kembali menguat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memberi tekanan pada rupiah,” ungkap Muhammad.

Sebaliknya, lanjut dia, apabila inflasi lebih rendah dari ekspektasi, peluang pelemahan dolar AS akan semakin besar sehingga dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.(***)

Editor: Amiruddin

Jakarta Fair Kemayoran Ditutup, Transaksinya Capai Rp8,2 Triliun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom