RUZKA INDONESIA — Musim penjurian telah tiba. Ini ada kaitannya dengan Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digagas Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Indonesia, sekarang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dulu tahun 2005 saat saya masuk sebagai konsultan media dan menjadi Pemimpin Redaksi untuk majalah Kemendikbud, Siswa P/SMA yang diberi nama Potensi dan juga sebagai jurnalis di website pendidikan Kemendikbud, saya ikut dalam rapat pembentukan kegiatan yang dulu bernama FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional).
Di dalam kegiatan ini lomba di antaranya terdiri dari baca puisi, menari, teater, seni vokal dan fotografi. Kemudian ajang lomba bertambah menjadi lomba penulisan cerpen, cipta dan baca puisi, jurnalistik, menari, film pendek, seni vokal, teater.
Seleksi lomba dimulai dari tingkat sekolah di seluruh Indonesia, yang menjadi juara satu lolos ke tingkat Kabupaten, jika mereka menang lolos ke tingkat provinsi, juaranya masuk ke tingkat Nasional.
Mereka yang menjadi juara di tingkat nasional memperoleh hadiah uang serta sertifikat, dan kala itu setelah lulus SMA dapat memilih masuk ke universitas negeri di seluruh Indonesia yang sesuai jurusan.
Sebagai panitia, saya ikut keliling Indonesia. Setelah kontrak sebagai konsultan media selesai pada th 2017 (2005-2017), saya kembali ke posisi semula, menjadi juri lomba baca dan menulis puisi, penulisan cerpen dan jurnalistik baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Kenangan sebagai juri di beberapa provinsi di Indonesia sungguh sangat menyenangkan dan memberi warna bahwa dunia sastra, seni dan sains itu sesungguhnya telah aktif sejak lama di sekolah-sekolah.
Ajang FLS3N menjadi wadah yang sangat potensial untuk menemukan bakat para siswa di dunia literasi, seni juga bidang Ilmu pasti seperti matematika, biologi serta fisika.
Dan Kemendikbud pun memberi wadah pada para siswa jenius di bidang sains melalui Lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebelum FLS3N dibentuk.
Para pemenangnya dibiayai kuliah hingga S2 dan S3, mereka ada yang lulusan Harvard, Nanyang University, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dll.
Mereka mantan peserta OSN juga ada yang bekerja di perusahaan-perusahaan ternama di dalam dan luar negeri Bahkan ada yang sudah profesor dan menjadi dosen di daerahnya.
Ajang FLS3N dan OSN menjadi tujuan dan pembentukan kualitas dari tiap sekolah, sebab jika sekolah-sekolah itu siswanya berhasil masuk dan lolos di ajang tersebut, maka bisa dipastikan sekolah tersebut memiliki rating yang tinggi di jajaran dunia pendidikan di Indonesia dan juga menjadi incaran para siswa yang potensial di bidangnya untuk masuk ke sekolah tersebut. Selamat berlomba para siswa Indonesia. (***)
Penulis: Fanny J.Poyk




















Komentar