Home > Gaya Hidup

PPBI Ranting Cikajang Pecahkan Rekor Moyan Bareng Kontes Bonsai di Kabupaten Garut

Bonsai menjadi metafora kehidupan yang mengajarkan pentingnya menerima dan menghargai perubahan, keindahan dalam kesederhanaan dan ketidaksempurnaan.
Silaturahmi penggemar bonsai bertajuk “Cikajang Aya Kahayang” Garut Selatan ditandai pameran bonsai di Alun-alun Kecamatan Cikajang. (Foto : Ridwan)
Silaturahmi penggemar bonsai bertajuk “Cikajang Aya Kahayang” Garut Selatan ditandai pameran bonsai di Alun-alun Kecamatan Cikajang. (Foto : Ridwan)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK – Filosofi bonsai dengan kehidupan manusia itu ternyata sangat erat, yakni mencerminkan ketahanan, pertumbuhan melalui kesulitan, keselarasan dengan alam, serta kesabaran dan kebijaksanaan.

Bonsai menjadi metafora kehidupan yang mengajarkan pentingnya menerima dan menghargai perubahan, keindahan dalam kesederhanaan dan ketidaksempurnaan.

Serta menemukan kedamaian melalui kontemplasi dan perawatan yang penuh perhatian.

Demikian diungkapkan Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Ranting Kecamatan Cikajang, Wawan pada silaturahmi penggemar bonsai, ditandai dengan kontes bonsai di Alun-alun Kecamatan Cikajang, Sabtu-Minggu (30-31/08/2025).

Baca juga: Hari Jadi ke 77 Polwan, Polrestro Depok Gelar Donor Darah

Dilandasi filosofi mendalam tentang bonsai itu sendiri, sekaligus pemanasan persiapan Pameran Nasional (Pamnas), ujar Wawan, PPBI Ranting Cikajang menggelar kontes bonsai bertajuk “Moyan Bareng” dengan tema “Cikajang Aya Kahayang”.

Kegiatan terkait peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 ini pun sebagai media silaturahmi dan sosialisasi mengenalkan seni bonsai kepada masyarakat luas.

“Termasuk sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif melalui UMKM seni dan kerajinan bonsai,” terang Wawan.

Maka dari itu, ungkap Wawan, PPBI menjadi wadah tempat berkumpulnya para penggemar bonsai untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus unjuk karya yang dimiliki berupa pohon bonsai itu sendiri melalui event silaturahmi yang digelar.

Baca juga: Pernyataan Rektor UI Terkait Aksi Massa dan Perkembangan Situasi Politik

Silaturahmi kali ini, ujar ketua pelaksana, Yayan Raswan, panitia membuka kontes kelas Prospek dan Tunggul jenis mame, small, medium dan large. Penjurian dan penancapan bendera, ujar Yayan dilakukan Ahad ini (31/08/2025).

Bentuk apresiasi kepada pecinta bonsai, melalui keputusan dewan juri dari PPBI Kabupaten Garut, panitia menancapkan bendera kategori best three dan best in class. “Selain bonsai yang dipamerkan naek kelas, peserta kontes pun berpeluang meraih doorprize menarik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua PPBI Kabupaten Garut, Gaos Hamdani mengapresiasi kegiatan kali ini. Ia menyebut “Moyan Bareng” PPBI Ranting Cikajang diikuti peserta di atas 250 merupakan pemecah rekor di Kabupaten Garut.

Bahkan, ungkap Gaos, di tingkat nasional pun di bawah naungan PPBI Ranting Cikajang mampu menorehkan prestasi terbaik dalam budidaya bonsai.

Baca juga: Farhan Suchail: Kemerdekaan Sejati Harus Bebas dari Dominasi Pemikiran Asing

"Ini berkat kebersamaan dan kesungguhan dari para pecinta bonsai,” katanya.

Selanjutnya Gaos mengajak para peserta untuk turut serta menyukseskan Pameran Nasional (Pamnas) bonsai, rencana digelar Bulan Maret 2025 di SOR Ciateul Garut. “Kegiatan ini merupakan ajang pemanasan menuju Pamnas,” ujarnya.

Setelah pemaparan krieria penilaian disampaikan pakar bonsai Kecamatan Cikajang, H. Ucak, panitia dan dewan juri melakukan penilaian dan menancapkan bendera sesuai kategori pada bonsai terbaik sesuai kriteria.

Baca juga: Puncak Perayaan Hari Kemerdekaan Desa Klapanunggal Berlangsung Meriah

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pengundian door prize. Para peserta mengaku senang dan bangga bonsai miliknya mendapat apresiasi.

“Selain mendapat hadiah dan bendera, pengetahuan budi daya bonsai pun semakin bertambah,” ujar Roy, peserta dari Cikelet. (***)

Journalist : Ridwan


× Image