Catatan Cak AT: Merebus Air, Mengusir Mikroplastik

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK -- Di zaman modern ini, kita hidup dalam ilusi bahwa air minum yang tampak jernih pasti bersih. Nyatanya, di dalam segelas air minum, baik dari keran maupun botol kemasan, ada ‘bumbu penyedap’ tak kasat mata: mikroplastik.
Partikel plastik super kecil ini telah ditemukan dalam tubuh manusia, termasuk di darah, paru-paru, bahkan plasenta bayi. Lebih parahnya, plastik dalam tubuh telah dikaitkan dengan perubahan pada mikrobioma usus dan peningkatan resistensi tubuh terhadap antibiotik.
Ini berarti bahwa paparan mikroplastik dalam jangka panjang bukan hanya sekadar pencemaran, tetapi juga dapat berdampak langsung pada kesehatan manusia. Sungguh sebuah kabar buruk, bahwa mikroplastik ada di mana-mana.
Namun, kabar baiknya, kita tidak perlu alat canggih atau teknologi mutakhir untuk menghilangkan mikroplastik itu dari air minum. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah panci, api, dan sedikit kesabaran. Ya, solusi sederhana ini adalah merebus air.
Baca juga: Catatan Cak AT: Tiga Resep Dasar Berumur Panjang
Inilah metode yang mungkin lebih sering kita kaitkan dengan tradisi nenek moyang, tapi kini terbukti sebagai senjata ampuh melawan polusi plastik mikro. Jadi, jangan remehkan peran merebus air. Bahkan air kemasan pun tetap perlu kita rebus, jangan langsung diminum.
Keberadaan mikroplastik dalam air minum bukan sekadar isapan jempol. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan, sebotol air minum dalam kemasan dapat mengandung hingga 240.000 partikel plastik per liter.
Ini seratus kali lebih banyak dari perkiraan sebelumnya! Beberapa hasil tudi sebelumnya telah menemukan fragmen polistirena, polietilena, polipropilena, dan polietilena tereftalat terdapat di dalam air minum yang kita konsumsi sehari-hari, yang kita duga aman.
Dengan kata lain, tanpa kita sadari, tubuh kita secara rutin mengonsumsi berbagai jenis plastik dalam jumlah bervariasi. Jangankan air minum kemasan, air ledeng juga tidak bebas dari masalah ini, meskipun jumlahnya lebih sedikit.
Baca juga: Catatan Cak AT: Distribusi Anggaran Mengacu Zakat
Bahaya mikroplastik bagi kesehatan masih terus diteliti, tetapi beberapa studi menunjukkan bahwa partikel ini dapat memicu peradangan dalam tubuh, mengganggu keseimbangan hormon, membawa zat kimia beracun yang merusak organ tubuh.
Lebih parah lagi, ia dapat meningkatkan resistensi tubuh kita terhadap antibiotik. Dengan kata lain, semakin banyak mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap kesehatan kita dalam jangka panjang.
Namun, Anda ada solusi. Penelitian terbaru dari Guangzhou Medical University dan Jinan University di China yang diterbitkan dalam Environmental Science & Technology Letters menunjukkan bahwa merebus air dapat menghilangkan hingga 90% mikroplastik.
Syaratnya, jika airnya mengandung banyak mineral seperti kalsium karbonat. Dalam penelitian ini, tim ilmuwan menemukan bahwa efisiensi pengendapan nanoplastik meningkat seiring dengan meningkatnya kadar mineral dalam air saat direbus.
Baca juga: Kebahagiaan Lebaran Irish Bella, Kompak Bersama Keluarga Baru
Penelitian mereka menunjukkan, sebanyak 34% nanoplastik akan tersaring pada air dengan kandungan kalsium karbonat 80 mg/L. Sebanyak 84% nanoplastik akan tersaring pada 180 mg/L, dan 90% nanoplastik tersaring pada air yang mengandung kalsium 300 mg/L.
Bahkan pada air lunak _(soft water)_ yang memiliki kadar kalsium lebih rendah, sekitar 25% mikroplastik tetap dapat terperangkap dalam endapan. Jadi, semakin banyak kandungan mineral pada air yang anda minum, jika direbus, akan semakin banyak nanoplastiknya tersaring.
Mungkin Anda sudah lupa bagaimana cara merebus air yang efektif Didihkan air hingga muncul gelembung besar dan air mendidih sempurna. Saat pemanasan terjadi, mineral alami seperti kalsium karbonat akan membentuk endapan kecil di dalam air.
Nah, mikroplastik kemudian akan ‘terperangkap’ dalam endapan ini, membentuk kerak yang sering kita lihat di dasar panci atau ketel. Setelah air selesai direbus, saringlah menggunakan penyaring teh dari stainless steel atau kain bersih untuk memisahkan endapan tersebut.
Mungkin Anda penasaran, kenapa air yang mengandung kalsium justeru lebih efektif? Dalam penelitian ini memang disebutkan, semakin tinggi kadar kalsium karbonat, semakin banyak mikroplastik yang mengendap dan terperangkap.
Baca juga: Kadin Ungkap Kebijakan Tarif Trump Berdampak pada Neraca Perdagangan RI-AS
Air yang kaya mineral ini dikenal sebagai air dengan kadar mineral tinggi. Dengan kata lain, air tanah atau air sumur yang kaya mineral alami lebih efektif dalam menjebak mikroplastik dibandingkan air murni atau air yang telah mengalami proses pemurnian osmosis balik (RO).
Jika Anda menggunakan air yang sangat murni atau air dengan kadar mineral rendah, metode ini masih bisa membantu, tetapi hasilnya tidak seefektif pada air dengan kandungan kalsium tinggi. Maka, pertimbangkan lagi untuk kembali ke air sumur, namun dengan direbus.
Selama ini kita percaya bahwa teknologi canggih adalah satu-satunya solusi untuk mengatasi polusi mikroplastik. Namun, penelitian ini menunjukkan, solusi sederhana seperti merebus air dapat menjadi strategi yang murah dan efektif untuk mengurangi paparan mikroplastik dalam tubuh kita.
Jadi, jika Anda masih ragu dengan kualitas air minum Anda, sebelum tergoda membeli filter mahal atau air kemasan yang justru penuh mikroplastik, mungkin sudah saatnya kembali ke cara klasik: Rebus air Anda, lalu saring sebelum diminum.
Sebab, terkadang solusi terbaik ada di dapur kita sendiri. Tak hanya halal, tapi thayyib, sebagaimana yang dimaksud oleh ayat halalan thayyiban dalam al-Qur'an.
Penulis: Cak AT Ahmadie Thaha/Ma'had Tadabbur al-Qur'an, 4/4/2025