Home > Komunitas

IkkeLA Peduli Sehat iTeraCare Sambangi Kantor PWI Depok, Terapi Kesehatan Wartawan

Pelatihan dan terapi iTeraCare diikuti sekitar 10 orang yang mayoritas dari kalangan wartawan Depok itu berjalan dengan baik.
IkkeLA Peduli Sehat dengan wartawan PWI Kota Depok. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA) 
IkkeLA Peduli Sehat dengan wartawan PWI Kota Depok. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK -- Ikatan Kekeluargaan Kelompok Empat Lenteng Agung (IkkeLA) menggelar aksi sosial Peduli Sehat iTeraCare di Kantor PWI Depok, Jawa Barat (Jabar), Selasa (25/02/2025).

Pelatihan dan terapi iTeraCare diikuti sekitar 10 orang yang mayoritas dari kalangan wartawan Depok itu berjalan dengan baik.

“Aksi ini memang tahap awal, kami sengaja belum menyebar informasinya secara masif. Baru sebatas dari teman ke teman saja,” ungkap Deddy Maryadi, panitya pelaksana IkkeLA Peduli Sehat iTeraCare.

Deddy atau yang akrab disapa De Dot itu juga menambahkan, pelatihan dan terapi iTeraCare ini sebatas pengenalan, terutama untuk penggunaan alatnya yang harus diimport.

“Alat ini (iTeraCare) adalah produk teknologi, jadi bukan alat medis, hanya sebagai alat penunjang terapi dan alternatif pengobatan,” terang De Dot.

Menurut De Dot, penggunaan alat terapi ini sangat mudah, sekali dicontohkan, para peserta bisa langsung menggunakannya.

Hal yang sama juga disampaikan Lucy Emilda, terapis yang memberikan arahan dan pelatihan bagi mereka yang ingin menggunakan alat tersebut.

“Alat ini gampang menggunakannya. Yang penting jangan berhenti di satu titik. Harus diarahkan ke bagian-bagian tubuh yang dirasa ada keluhan,” jelasnya.

Lucy yang kini tinggal di Bandung itu juga memaparkan, dirinya sudah banyak membantu penyembuhan orang-orang sakit dengan menggunakan alat iTeraCare.

Diakui Lucy, banyak orang-orang sembuh setelah menggunakan alat ini. Mulai dari stroke, epilepsi, sakit pinggang, prostat, gangguan lambung, ambeien hingga kerutan di wajah.

“Aku sendiri ngalamin, adik kandungku tuh epilepsi, setelah aku terapi dengan alat ini, banyak kemajuan. Mulai tidak lagi kumat, buang air seni sudah jarang, dan sudah mulai jauh membaik dibandingkan sebelumnya,” ungkap Lucy.

Bahkan, di Bandung, Lucy ditunggu kehadirannya di komunitas gereja karena ada jemaat gereja yang sudah berbulan-bulan hanya bisa berbaring, setelah beberapa kali menggunakan alat itu kini sudah bisa berjalan kembali.

“Seperti yang hari ini nih, umumnya setelah diterapi selama kurang lebih satu jam, para pasien merasa nyaman, tubuh bisa rileks, dan ngantuk. Dan hampir semua mengaku puas, antusias dan merasa ada perubahan setelah diterapis,” pungkas dia. (***)

× Image