Info Kampus
Beranda ยป Berita ยป Pidato Dies Natalies UNMA, Bupati Majalengka Singgung Konflik Kampus, Siap Ambil Langkah

Pidato Dies Natalies UNMA, Bupati Majalengka Singgung Konflik Kampus, Siap Ambil Langkah

Pidato Bupati Majalengka, Eman Suherman di Dies Natalis UNMA ke-20. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Pidato Bupati Majalengka Eman Suherman menjadi perhatian dalam peringatan Dies Natalis ke-20 Universitas Majalengka, Sabtu, 18 April 2026.

Di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa yang mempersoalkan statuta 2026, Eman menekankan pentingnya introspeksi dan penyelesaian konflik internal kampus.

Dalam sambutannya, Eman menyebut usia 20 tahun UNMA sebagai momentum evaluasi menyeluruh.

Ia menilai perguruan tinggi tersebut perlu menjadikan fase ini sebagai titik refleksi untuk memperbaiki tata kelola dan memperkuat arah kelembagaan.

โ€œUsia 20 tahun ini adalah momentum untuk muhasabah, introspeksi, sekaligus inovasi dan solusi,โ€ kata Eman.

Wisuda UI 2026, Kapolrestro Depok Kombes Pol. Christian Rony Putra Ajak Lulusan Beri Dampak Positif

Ia juga menyinggung dinamika internal yang mencuat ke publik, termasuk polemik statuta yang tengah dipersoalkan mahasiswa. Menurut dia, perbedaan pandangan tidak seharusnya berujung pada konflik berkepanjangan.

Eman mengingatkan seluruh elemen kampusโ€”baik yayasan, pimpinan universitas, maupun mahasiswaโ€”agar tidak mengedepankan kepentingan sektoral. Ia meminta semua pihak mengutamakan kebersamaan demi menjaga keberlangsungan institusi.

โ€œJangan mengedepankan ego sektoral. Kedepankan kebersamaan dan kekompakan untuk kemajuan UNMA,โ€ ujarnya.

Lebih jauh, Eman menekankan pentingnya semangat โ€œLangkung SAEโ€ sebagai nilai perbaikan berkelanjutan. Ia menilai konflik internal berpotensi menghambat perkembangan kampus jika tidak segera diselesaikan.

Dalam pernyataannya, Eman juga memberi sinyal keterlibatan pemerintah daerah apabila persoalan tersebut berlarut-larut. โ€œJika permasalahan ini tidak segera dibereskan, maka saya akan mengambil langkah,โ€ ujarnya.

Universitas Paramadina dan IPB University Bedah Paradigma GDP-Oriented dan Agenda Degrowth

Pidato tersebut muncul di tengah aksi mahasiswa yang menuntut revisi statuta 2026 dan pengembalian statuta 2022.

Pernyataan kepala daerah itu mempertegas urgensi penyelesaian polemik, sekaligus menempatkan pemerintah daerah sebagai pihak yang siap turun tangan jika diperlukan. (***)

Jurnalis: Eko Widyantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Emai: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Universitas Paramadina, Kyoto University, dan LLDIKTI III Bahas Strategi ESG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom