RUZKA INDONESIA – PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi mengoperasikan penerbangan perdana (inaugural flight) rute Jakarta–Bangkok pada 6 Agustus 2026.
Rute ini beroperasi dengan frekuensi 2 kali penerbangan langsung setiap hari* dan menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi internasional Transnusa sekaligus memperkuat konektivitas udara Indonesia–Thailand.
Seluruh penerbangan ke Bangkok dilayani melalui Suvarnabhumi Airport, bandara internasional utama Thailand yang menjadi hub bagi lebih dari 130 maskapai penerbangan dunia. Kehadiran rute ini tidak hanya mempermudah perjalanan RI–Thailand, tetapi juga membuka akses konektivitas lebih luas ke destinasi internasional lain.
Group Chief Executive Officer Transnusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan inaugural flight ini merupakan pencapaian penting dalam perjalanan ekspansi internasional Transnusa.
“Inaugural flight Jakarta–Bangkok menjadi tonggak penting dalam perjalanan Transnusa. Untuk pertama kalinya, kami menghadirkan layanan penerbangan ke Thailand dengan frekuensi dua kali setiap hari dari Jakarta menuju Bangkok. Kehadiran rute ini bukan hanya memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Thailand, tetapi juga membuka akses yang lebih luas ke jaringan penerbangan internasional melalui Bangkok sebagai salah satu hub utama di kawasan,” ujar Datuk Bernard.
Sebagai bagian peluncuran, Transnusa menghadirkan tarif spesial mulai dari Rp2.799.000 untuk sekali jalan (one way). Penawaran ini ditujukan bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis antara Indonesia dan Thailand.
Selain wisata, pembukaan rute ini diharapkan memperkuat hubungan ekonomi RI–Thailand melalui peningkatan mobilitas masyarakat, perdagangan, investasi, serta aktivitas MICE.
“Dengan menghadirkan dua penerbangan setiap hari antara Jakarta dan Bangkok, kami ingin memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada pelanggan sekaligus memperkuat konektivitas antara Indonesia dan Thailand. Kami percaya konektivitas yang semakin baik akan mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, serta mobilitas masyarakat di kedua negara,” tambah Datuk Bernard.
Target dan Rencana Ekspansi
Sejalan optimisme pasar Indonesia–Thailand, Transnusa menargetkan tingkat keterisian penumpang (load factor) 75% dalam 2 bulan pertama operasional dan optimis naik menjadi 80% seiring bertumbuhnya permintaan.
Keberhasilan rute Jakarta–Bangkok juga jadi fondasi ekspansi berikutnya. Maskapai ini dijadwalkan membuka penerbangan langsung Bali–Phuket pada 9 September 2026 sebagai bagian penguatan jaringan regional.
Saat ini Transnusa telah melayani rute internasional ke Singapura, Malaysia, China, Australia, dan Thailand. Dengan terus berkembangnya jaringan, Transnusa optimistis dapat menghadirkan konektivitas lebih kuat antara Indonesia dan Asia Pasifik.
Melalui strategi ekspansi berkelanjutan, Transnusa berkomitmen menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih nyaman, fleksibel, dan bernilai tambah bagi pelanggan, sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian di Indonesia maupun kawasan. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com











Komentar