RUZKA INDONESIA โ Ada tujuh alasan kenapa Indonesia perlu memiliki Hari Majelis Taklim Nasional. Menurut Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga Ketua Umum Daiyat Parmusi, Fahira Idris, majelis taklim selama ini bukan sekadar forum pengajian, tetapi telah menjelma menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang menjaga masyarakat dan bangsa dari akar rumput.
โMajelis taklim mungkin tidak selalu tampil di panggung besar atau sorotan media, tetapi dari ruang-ruang kecil di tengah masyarakat, mereka menjaga akhlak, keluarga, solidaritas sosial, dan persatuan bangsa. Karena itu, sudah saatnya negara memberi penghormatan melalui Hari Majelis Taklim Nasional,โ ujar Fahira Idris saat menjadi pembicara Sarasehan Urgensi Hari Majelis Taklim Nasional yang diselenggarakan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) di Jakarta, Kamis (21/05/2026).
Menurut aktivis perempuan ini, ada beberapa alasan utama mengapa Hari Majelis Taklim Nasional penting untuk ditetapkan. Pertama, majelis taklim merupakan infrastruktur sosial-keagamaan bangsa yang selama puluhan tahun bekerja menjaga moral dan ketahanan sosial masyarakat dari tingkat paling bawah.
Kedua, majelis taklim memiliki kontribusi besar dalam pendidikan karakter, penguatan keluarga, pembinaan generasi muda, serta pemberdayaan perempuan Muslimah di seluruh Indonesia.
Ketiga, majelis taklim telah berkembang menjadi pusat solidaritas sosial masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan UMKM berbasis komunitas.
Keempat, majelis taklim selama ini juga membantu negara dalam berbagai persoalan sosial seperti penguatan moderasi beragama, penguatan harmoni sosial, edukasi keluarga, hingga isu stunting dan ketahanan keluarga.
Kelima, secara regulasi negara telah mengakui posisi strategis majelis taklim melalui berbagai aturan seperti UU Sistem Pendidikan Nasional, PP Pendidikan Keagamaan, hingga Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim.
Keenam, majelis taklim merupakan ruang penting penguatan peran perempuan Muslimah dalam dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial kemasyarakatan. Menurut Senator Jakarta ini, jutaan Muslimah Indonesia selama ini telah menjadikan majelis taklim sebagai ruang pengabdian dan pemberdayaan umat.
Ketujuh, penetapan Hari Majelis Taklim Nasional akan menjadi simbol penghormatan negara terhadap kerja sunyi umat sekaligus momentum memperkuat persatuan, moderasi beragama, dan ketahanan sosial bangsa.
โBangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati mereka yang menjaga masyarakatnya dari akar rumput. Hari Majelis Taklim Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan negara terhadap pengabdian panjang umat dan Muslimah Indonesia,โ tegas Fahira Idris.
Dalam kesempatan tersebut, Fahira juga menyampaikan dukungannya terhadap usulan tanggal 12 Juli sebagai Hari Majelis Taklim Nasional karena dinilai merepresentasikan semangat persatuan organisasi perempuan Muslimah lintas ormas melalui BMIWI.
โTanggal 12 Juli harus dimaknai bukan sebagai milik satu organisasi, tetapi sebagai simbol sinergi, ukhuwah, dan kolaborasi gerakan Muslimah Indonesia dalam dakwah dan pemberdayaan umat,โ tandas Fahira Idris. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com



Komentar