Nasional
Beranda ยป Berita ยป Peringatan Maulid dan Kemerdekaan, Makna Penting Syariah dan Kemerdekaan Hakiki dengan Islam

Peringatan Maulid dan Kemerdekaan, Makna Penting Syariah dan Kemerdekaan Hakiki dengan Islam

Almukarrom KH. Rokhmat S. Labib yang hadir sebagai keynote speaker menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan utusan Allah yang membawa risalah dan syariat untuk menjadi pedoman kehidupan umat manusia. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Almukarrom KH. Rokhmat S. Labib yang hadir sebagai keynote speaker menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan utusan Allah yang membawa risalah dan syariat untuk menjadi pedoman kehidupan umat manusia. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad SAW dan momentum kemerdekaan Indonesia dinilai menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali hubungan antara ajaran Islam, kehidupan masyarakat, dan tata kelola negara. Hal ini terungkap pada Multaqa Ulama Nusantara 2026 di Jakarta, Ahad (23/08/2026) lalu, dengan mengangkat tema besar โ€œMaulid Nabi Saw dan Hari Kemerdekaan: Meneladani Nabi Saw, Mengemban Risalah Ilahi, Songsong Masa Depan Cerah Dengan Islam.โ€

Almukarrom KH. Rokhmat S. Labib hadir sebagai keynote speaker. Beliau mengetengahkan makna diutusnya Nabi Muhammad SAW serta kaitannya dengan kemerdekaan. KH. Rokhmat menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan utusan Allah yang membawa risalah dan syariat untuk menjadi pedoman kehidupan umat manusia.

Mengutip Surah Ali Imran ayat 164 yang menjelaskan tentang karunia Allah kepada orang-orang beriman dengan diutusnya seorang rasul dari kalangan mereka sendiri. Menurutnya, kehadiran Rasulullah SAW merupakan karunia yang semestinya disyukuri dengan mengikuti ajaran yang dibawanya.

โ€œAllah memberikan karunia kepada orang-orang mukmin dengan diutusnya seorang rasul,โ€ ujarnya.

Lanjutnya, kedudukan Rasulullah SAW sebagai utusan Allah membedakan ajaran yang dibawanya dengan aturan yang dibuat manusia. Ia berpendapat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menentukan aturan, karena tidak mengetahui seluruh konsekuensi dari keputusan yang dibuatnya.

Wali Kota Jaktim Munjirin Minta Pedagang Ikan Tak Buang Limbah ke Jalan, Penataan Kawasan Disiapkan

Ia kemudian mengkritik sejumlah praktik dalam sistem politik dan pembuatan peraturan di Indonesia. Salah satu contoh yang disampaikan adalah persoalan pembuktian terbalik dalam pemberantasan korupsi serta tingginya biaya politik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Menurutnya, aturan yang dianggap baik secara rasional belum tentu diterapkan apabila bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak tertentu.

Dalam ceramahnya, ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan pandangannya mengenai demokrasi. Ia menilai sistem demokrasi memberikan kewenangan kepada lembaga legislatif untuk membuat peraturan, yang menurutnya dapat dipengaruhi oleh kepentingan kelompok tertentu.

Penceramah tersebut kemudian menghubungkan persoalan politik dan pengelolaan sumber daya alam dengan isu kemerdekaan. Ia berpendapat bahwa kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga harus dilihat dari aspek politik, ekonomi, dan kemandirian dalam menentukan aturan negara.

โ€œSejumlah regulasi terkait sumber daya alam dan investasi dapat membuka peluang bagi pihak asing untuk menguasai kekayaan alam Indonesia,โ€ ujarnya mengkritisi.

Depok akan Fokus Atasi Kemacetan

โ€œKalau Islam yang diterapkan, tambang yang jumlahnya besar menjadi milik umum dan harus dikelola negara,โ€ katanya.

Kemudian, ia menyampaikan kritik terhadap kondisi umat Islam yang dinilainya belum sepenuhnya menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Ia menggunakan analogi seorang anak yang meminta telepon seluler untuk menggambarkan pentingnya memahami apa yang sebenarnya diminta. Menurutnya, umat Islam juga harus memahami makna petunjuk dan jalan yang dimohonkan dalam doa ihdinash shirathal mustaqim.

โ€œAjaran Islam tidak hanya mengatur kehidupan pribadi, tetapi juga memiliki konsep mengenai pengaturan kehidupan bernegara. Dalam konteks tersebut, penerapan syariat Islam secara menyeluruh merupakan jalan menuju kemerdekaan yang sesungguhnya,โ€ jelasnya.

Ia juga mengaitkan gagasan tersebut dengan konsep khilafah. Menurutnya, umat Islam perlu memahami kembali konsep pemerintahan yang diyakininya pernah diterapkan pada masa Rasulullah SAW dan generasi setelahnya.

Maulid 1448 H: Meneladani Rasulullah, Membebaskan Umat, dan Menyegarkan Dakwah

Terakhir, ia mengajak umat Islam memaknai peringatan Maulid Nabi dan kemerdekaan tidak sebatas melalui kegiatan seremonial, seperti karnaval atau gerak jalan. Menurutnya, kedua momentum tersebut seharusnya menjadi sarana untuk melakukan refleksi terhadap kondisi umat dan kehidupan bernegara.

โ€œLebih penting lagi mengantarkan mereka mendapatkan rida Allah,โ€ ujarnya. (Hn/***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom