RUZKA INDONESIA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mempersiapkan 41 sekolah menengah atas dan kejuruan untuk bertransformasi menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung) mulai tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah Maung adalah program unggulan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Program Maung menetapkan 28 SMAN dan 13 SMKN yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jabar.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar, Purwanto, mengatakan pemilihan sekolah berdasarkan usulan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di masing-masing wilayah.
โIya berdasarkan usulan dari cabang dinas jadi cabang dinas yang lebih mengetahui kondisi di lingkungannya masing-masing dan setelah itu ditampung,โ ujar Purwanto saat lounching kick off Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 3 Bogor, Senin (18/05/2026).
Usulan KCD
Usulan dari setiap KCD telah melalui proses verifikasi oleh tim khusus dan akan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan Gubernur Jabar.
Dari total 28 SMA Maung, dua di antaranya berada di Kota Bandung, yakni SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung.
Sementara itu, untuk tingkat SMKN, setiap cabang dinas mengusulkan satu sekolah unggulan untuk menjadi bagian dari program Sekolah Maung.
Pemprov Jabar juga berencana mengusulkan perubahan nama resmi sekolah menjadi Sekolah Maung kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Apa Itu Sekolah Maung?
Sekolah Maung (Manusia Unggul) adalah program transformasi pendidikan unggulan dari Pemprov Jabar yang tergagas oleh Gubernur Dedi Mulyadi.
Program ini mengubah sekolah-sekolah berprestasi yang sudah ada menjadi pusat pengembangan talenta dengan kurikulum khusus yang tersesuaikan dengan minat, bakat, dan kemampuan spesifik siswa.
Program yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 ini mencakup sejumlah SMAN dan SMKN di Jabar.
Berikut adalah rincian konsep dan sistem dari Sekolah Maung:
- Tujuan dan Nilai PendidikanNama “Maung” merupakan akronim dari Manusia Unggul. Sekolah ini berlandaskan pada nilai Pancawaluya, yaitu: Cageur (sehat raga), Bageur (baik akhlak), Bener (kuat mental), Pinter (cerdas pikiran), dan Singer (mandiri). Tujuannya bukan sekadar mengejar peringkat akademis di atas kertas, tetapi membentuk karakter yang tangguh dan siap pakai.
2. Kurikulum Berbasis Potensi (DNA Siswa)
Kurikulum Sekolah Maung terrancang lebih spesifik agar siswa tidak yang memaksa menguasai seluruh mata pelajaran umum, melainkan fokus pada minat dan potensi terdalam mereka.
Terdapat kelas-kelas khusus yang terfokuskan pada enam bidang keahlian strategis, termasuk: Kelas Olahraga, Kelas Seni, Kelas Industri Kreati, dan Bidang keahlian spesifik lainnya sesuai kebutuhan masa depan
- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)
Proses seleksi masuk ke Sekolah Maung sangat ketat dan memiliki perbedaan signifikan dengan sekolah reguler. Aturan penerimaannya meliputi:
Jalur Prestasi Penuh: Seleksi masuk 100% berdasarkan jalur prestasi. Prestasi Akademik: Penilaian melalui nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Prestasi Non-Akademik: Melalui sertifikat kejuaraan olahraga atau seni atau hak kekayaan intelektual (HKI) atas inovasi dari siswa.
Sistem pembatasan siswa juga terterapkan dengan kapasitas ketat, maksimal 32 siswa per kelas, agar pembinaan lebih intensif.
- Lokasi Sekolah
Sekolah ini tidak terbangun dari nol atau membuat gedung baru di lokasi terpencil, melainkan menunjuk sekolah-sekolah negeri favorit atau unggulan yang sudah ada dalam masing-masing kabupaten/kota di Jabar.
Program ini mendapat dukungan penuh dari institusi pendidikan tinggi terkemuka seperti ITB, UNPAD, dan UPI dalam hal pengembangan kurikulum dan kompetensi.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai daftar lengkap sekolah yang bertransformasi dan juknis pendaftarannya, Anda dapat mengunjungi kanal resmi Pemprov Jabar, situs Disdik Jabar. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar