RUZKA INDONESIA — Komunikasi adalah alat integral dalam memperoleh dukungan agar pemerintah berjalan secara terbuka dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., saat menyampaikan keynote speech secara daring dalam Acara Puncak Pekan Komunikasi Universitas Indonesia (Pekom UI) 2026 di Balai Purnomo Prawiro, kampus UI Depok, pada Rabu (04/11/2026).
Giat ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Pekom UI 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMIK) UI mengusung tema besar โShifting Audiences Behavior: Navigating the New Era of Digital Engagementโ.
Tema tersebut menyoroti pergeseran posisi audiens dalam ekosistem komunikasi digital, dari sebelumnya penerima informasi menjadi aktor aktif yang menentukan apa yang ingin dilihat, bagaimana berinteraksi, dan bagaimana sebuah pesan berkembang di ruang digital.
Rangkaian acara puncak terdiri atas keynote speech, talk show, special performance, dan awarding.
Menyambung pidatonya, Pramono menyoroti perubahan cara masyarakat menerima informasi.
Ia menyebut siklus informasi di media sosial yang berjalan sangat cepat membuka risiko misinformasi yang dapat memengaruhi kepercayaan publik.
Generasi Muda Menentukan Arah Pemanfaatan
Pramono menegaskan generasi muda sebagai kelompok yang paling dekat dengan perubahan sekaligus paling menentukan arah pemanfaatannya.
โKecerdasan buatan tak terhindarkan. Karena itu kita harus siap terhadap perubahan dengan terus mengembangkan daya kreatif dan daya kritis,โ pungkasnya.
Nissa Cita Adinia, S.Sos., M.Commun., mewakili Pusat Kajian Komunikasi Departemen Ilmu Komunikasi menyampaikan kesan bahwa Pekom UI konsisten menjadi ajang relevan bagi mahasiswa dalam menavigasi tantangan komunikasi masa kini.
Sedangkan Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan FISIP UI, Dr. phil. Yandry Kurniawan, menekankan bahwa agenda ini jadi ruang bagi mahasiswa dalam menerapkan dan menguji gagasan secara kritis melalui kompetisi dan kolaborasi sehingga penerapan ilmu komunikasi menjadi strategis, adaptif, sekaligus beretika.
Perspektif mengenai tantangan komunikasi masa depan kemudian diperdalam oleh Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional (DHMPI) UI, Dr. Erwin Agustian Panigoro, M.M.
Ia memaparkan bagaimana perkembangan media sosial, algoritma, dan AI mengubah cara Generasi Z berinteraksi dengan informasi.
Menurutnya, relevansi kini menjadi faktor yang lebih penting dibandingkan sekadar jangkauan audiens (reach).
“Perilaku mencari informasi melalui browser perlahan menjadi usang. Kini semakin banyak orang memilih langsung bertanya kepada AI,โ paparnya.
Lima Kompas Era Engagement Baru
Dr. Erwin juga memperkenalkan konsep โLima Kompas Era Engagement Baruโ, yakni mendengarkan sebelum berbicara, menempatkan relevansi di atas popularitas, memandang komunitas sebagai medium, berkomunikasi secara cepat dan tulus, serta menyiapkan konten agar siap dipahami oleh AI.
Menurutnya, pemahaman terhadap prinsip-prinsip tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda yang akan berkecimpung di bidang komunikasi.
โMengunggah sesuatu kini benar-benar harus dipikirkan: apa dampaknya dan apa manfaatnya,โ jelasnya.
Sesi talk show bertema โMapping Digital Mindsets: Strategic Approaches to Modern Audience Segmentationโ turut digulirkan dengan tujuan memperkaya perspektif mahasiswa tentang perubahan perilaku audiens serta komunikasi digital.
Sesi ini menghadirkan tiga praktisi dari industri media, otomotif, serta komunikasi dan industri kreatif.
Presenter ternama Rosianna Silalahi yang hadir dalam sesi ini menekankan kepada audiens perihal pentingnya menjaga akurasi dalam penyampaian berita di tengah dinamika perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
Menurutnya, meski zaman berubah, prinsip dasar ruang redaksi tidak boleh berubah, harus senantiasa berbasis pada faktual, akurasi, disiplin, verifikasi, dan keberimbangan.
Pentingnya Target Market
Selanjutnya, Eko Priyanto (Automotive Brand Practitioner) menyoroti pentingnya memahami target market, sementara Claudia Nauli (Account Director Somethink) menekankan critical thinking di era AI.
โJangan sampai kemelekatan kita dalam menggunakan AI mengikis ide orisinal dan kreativitas kita,โ ujar Claudia.
Acara puncak Pekom UI 2026 ditutup dengan sesi awarding. Penghargaan diberikan kepada para pemenang dari lima mata lomba, yaitu Digital Social Movement Campaign, Strategic Media Launch Plan, Brand Activation Strategy, Content Creation: Creative Video Ads, dan Content Creation: Social Awareness Video.
Beragam perlombaan ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai mahasiswa perguruan tinggi di tanah air.
Sania Oktavia, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI yang meraih Juara 1 Brand Activation Strategy, mengungkapkan, Pekom UI sangat berkesan dan penuh inspirasi karena peserta bisa banyak belajar dari case book dan mentoring.
Penyelenggaraan Pekan Komunikasi 2026 ini memperkuat peran UI sebagai ruang pengembangan talenta komunikasi yang adaptif, kritis, kreatif, dan etis.
UI berharap kegiatan ini melahirkan generasi komunikator muda yang siap menghadapi perubahan lanskap komunikasi digital. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar