Info Kampus
Beranda » Berita » Otong Syuhada Resmi Jadi Rektor Unma 2026–2030, Siap Mundur Jika Tak Mampu Jalankan Amanah

Otong Syuhada Resmi Jadi Rektor Unma 2026–2030, Siap Mundur Jika Tak Mampu Jalankan Amanah

Pelantikan Rektor UNMA dihadiri seluruh civitas akademika. (Foto: Dok Eko Widiantoro)
Pelantikan Rektor UNMA dihadiri seluruh civitas akademika. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA – Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) resmi menetapkan Dr H Otong Syuhada SH MH sebagai Rektor Universitas Majalengka (Unma) periode 2026–2030.

Pelantikan dan pengukuhan digelar dalam rapat terbuka di Auditorium Universitas Majalengka, Senin (11/5/2026), bersamaan dengan pelantikan sejumlah pejabat struktural lainnya untuk masa jabatan 2026–2030.

Dalam pidato perdananya sebagai rektor, Otong Syuhada menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal senioritas, usia, maupun latar belakang tertentu. Menurutnya, kepemimpinan harus mampu menghadirkan keberlanjutan dan membawa institusi menuju pencapaian yang lebih besar di tengah tantangan yang semakin kompleks.

“Pemimpin yang kita perlukan saat ini adalah sosok yang mampu berperan bukan hanya sebagai primus interpares, tetapi juga memiliki kriteria dux sapiens et prudens et integer, yakni pemimpin yang cerdas, bijaksana, dan berintegritas,” kata Otong di hadapan civitas akademika Unma.

Pria yang akrab disapa Otsu itu menyebut amanah yang diembannya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan keberlanjutan dan kemajuan Unma melampaui capaian saat ini.

Tak Asal Hitung, Pakar Aktuaria UPER Jelaskan Cara Menentukan Santunan Korban Kecelakaan

Mantan anggota DPRD Kabupaten Majalengka periode 2014–2019 itu bahkan sempat menyampaikan pandangan mengejutkan dalam sambutannya. Ia mengaku sebenarnya lebih memilih Prof Ayu Andayani untuk memimpin Unma periode 2026–2030.

Menurutnya, Prof Ayu memiliki kapasitas akademik, pengalaman kepemimpinan, serta integritas moral yang sangat baik.

“Kalau boleh saya memilih, demi menjaga marwah dan akselerasi institusi, saya memilih untuk menitipkan amanah ini kepada rekan saya yang terhormat Prof Ayu Andayani,” ujarnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum Unma itu mengatakan, kepentingan kemajuan kampus harus ditempatkan di atas ambisi pribadi. Ia menilai loyalitas tertinggi seorang calon pemimpin adalah memastikan organisasi dipimpin oleh figur terbaik.

“Saya hendak melepaskan ambisi pribadi demi kepentingan kolektif, dengan keyakinan penuh bahwa beliau adalah kandidat yang memiliki kualifikasi lebih komprehensif untuk memandu arah masa depan kampus kita,” ucapnya.

Mahasiswa UPER Raih Penghargaan Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura Usai Kembangkan Drone Otonom SkyFast

Meski demikian, Otong menegaskan dirinya tetap siap menjalankan amanah sebagai rektor dengan penuh tanggung jawab. Ia bahkan menilai Unma membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan suasana yang lebih sejuk namun tetap progresif.

“Saya meyakini institusi kita membutuhkan sentuhan kepemimpinan yang lebih mumpuni dan dinamis. Dan saya temukan pada figur Prof Ayu. Saya meyakini sentuhan seorang ibu akan mampu membuat suasana rumah kita, Unma, lebih sejuk dan damai, namun tetap bergairah menggapai harapan bersama,” katanya.

Dalam masa kepemimpinannya, Otsu berjanji akan mengedepankan prinsip transparansi, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program kerja kampus.

Ia juga mengajak seluruh jajaran civitas akademika Unma untuk menjalankan prinsip value for values, no conspiracy and defender integrity demi mewujudkan tata kelola kampus yang lebih baik.

“Tugas berat menanti ke depan. Saya berkomitmen siap mundur kalau tidak mampu menjalankan tugas saya,” tegasnya.

UI Tuan Rumah Puncak Pekan Imunisasi Dunia: Imunisasi Sepanjang Usia, Literasi Sepanjang Hayat

Menurut Otong, jabatan rektor bukan sesuatu yang harus dibanggakan, melainkan amanah besar yang penuh tanggung jawab.

“Posisi yang dianggap enak itu justru sebuah amanat. Bahkan sampai sekarang istri saya masih menangis karena tidak rela saya menjadi rektor,” tuturnya.

Tak hanya dirinya, para wakil rektor hingga seluruh dekan di lingkungan Unma juga disebut telah menandatangani pakta integritas. Isi dokumen tersebut menyatakan kesiapan mundur apabila tidak mampu menjalankan amanah dan target program yang telah ditetapkan. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

Sorotan






Kolom