RUZKA INDONESIA – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menggelar Sosialisasi Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung, Pencegahan Tindak Pidana Terorisme, Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta Simulasi Tanggap Darurat di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pondok Gede. Kegiatan ini melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Densus 88, dan tenaga medis bersertifikat BHD.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan keselamatan dan keamanan menjadi fondasi utama dalam menjaga keandalan pelayanan kelistrikan. “Keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga membangun budaya sadar risiko dan respons cepat di seluruh lini organisasi. Melalui kegiatan ini, PLN terus meningkatkan kompetensi pegawai agar siap menghadapi berbagai kondisi darurat,” ujar Andy Adcha.
Kegiatan diikuti seluruh pegawai, tenaga alih daya, dan mitra kerja PLN UP3 Pondok Gede. Para peserta mendapat pembekalan identifikasi potensi bahaya kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), prosedur evakuasi, deteksi dini ancaman keamanan, hingga keterampilan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat.
Manager PLN UP3 Pondok Gede, Yusra Helmi, menjelaskan peningkatan kapasitas personel penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. “Kami ingin memastikan seluruh pegawai maupun tenaga pendukung memahami peran dan tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Dengan pemahaman yang baik dan latihan berkelanjutan, respons yang diberikan akan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” jelas Yusra.
Simulasi tanggap darurat juga dilakukan dengan skenario kebakaran di area kerja dan penanganan benda mencurigakan. Proses dimulai dari pelaporan, evakuasi mandiri, pengumpulan di titik aman, hingga pengecekan kehadiran personel sesuai standar keselamatan.
Perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mengapresiasi komitmen PLN yang rutin menggelar pelatihan dan simulasi. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko dan dampak saat keadaan darurat terjadi. ***
Editor: Yoyok Bepe
Email: yoyokbp@gmail.com






Komentar