Nasional
Beranda ยป Berita ยป Kemenag dan BAZNAS Kerja Sama Program Pemberdayaan Umat Berbasis Masjid

Kemenag dan BAZNAS Kerja Sama Program Pemberdayaan Umat Berbasis Masjid

Kemenag dan BAZNAS menandatangani PKS dalam dua program strategis, yaitu MADADA dan BMM. (Foto: Dok Kemenag)ย 
Kemenag dan BAZNAS menandatangani PKS dalam dua program strategis, yaitu MADADA dan BMM. (Foto: Dok Kemenag)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam dua program strategis, yaitu Masjid Berdaya Berdampak (MADADA) dan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM).

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Penandatanganan PKS tersebut dilakukan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, dengan Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping BMMโ€“MADADA yang digelar di Jakarta, Selasa (01/07/2025).

Baca juga: Tingkatkan Peluang Kesembuhan, UI dan Siloam Hospitals Adakan Skrining dan Edukasi Kanker Payudara

Adapun kegiatan tersebut diikuti 33 pendamping program se-Jawa Barat (Jabar).

Tak Tergiur Uang Rp20 Juta, Warga Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Pilih Tak Menghina Dedi Mulyadi

Dalam kesempatan itu, Arsad menjelaskan, konsep MADADA berangkat dari dua kata kunci utama, yaitu โ€œberdayaโ€ dan โ€œberdampakโ€.

Menurutnya, masjid yang berdaya adalah masjid yang memiliki sumber daya untuk bertindak, sedangkan masjid yang berdampak adalah yang mampu membawa perubahan nyata bagi lingkungan sosial sekitarnya.

Untuk itu, ia mendorong agar para takmir dapat mentransformasikan fungsi-fungsi masjid menjadi multifungsi.

Baca juga: Dengar Pendapat Anggota DPRD Jabar Dede Kusdinar, Bahas Penyebarluasan Perda

Arsad menyebut, transformasi fungsi masjid sejatinya telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad saw. dan dilanjutkan oleh para sahabat serta ulama terdahulu.

Hasil Sidang Isbat: Awal Ramadhan Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga pusat kegiatan pendidikan, sosial, dan ekonomi umat. Salah satu contohnya adalah Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, yang pada mulanya merupakan masjid tempat belajar.

โ€œJangan dibayangkan Al-Azhar saat itu sudah berupa kampus besar dengan gedung dan kursi seperti sekarang. Saat itu, proses pembelajaran masih berlangsung di dalam masjid, dengan para mahasiswa duduk bersila mengikuti pengajian. Ini menunjukkan bahwa masjid sejak dulu sudah menjalankan fungsi pendidikan,โ€ jelas Arsad.

Baca juga: Sosialisasi Rencana Program Perbaikan RTLH ke Penerima Manfaat di 11 Kecamatan di Depok, Ini Jadwalnya

Ia juga mengungkapkan pentingnya meneladani sistem Baitul Mal pada masa sahabat sebagai bentuk pengelolaan sosial-ekonomi berbasis masjid yang relevan untuk diterapkan di era modern.

Namun, menurut Arsad, prasyarat utama dari semua inisiatif pemberdayaan ini adalah kejelasan status hukum masjid, terutama terkait tanah wakaf.

Anggota DPRD Depok Qonita Lutfiyah: Ramadhan Momentum Bersihkan Hati dan Bersyukur

โ€œKita harus pastikan status masjid jelas. Bila belum diwakafkan, segera diurus. Kemenag melalui KUA siap membantu penerbitan Akta Ikrar Wakaf,โ€ tegasnya.

Sementara itu, Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, menilai kolaborasi ini sangat strategis. Menurutnya, pemakmuran masjid harus dilakukan melalui kerja sama yang terintegrasi.

Baca juga: Menkum: Presiden Prabowo Subianto Berharap PWI Bersatu dan Solid

Masjid, kata dia, perlu difungsikan sebagai sentrum pembangunan umat, baik dalam aspek ibadah maupun ekonomi dan kemanusiaan.

โ€œNama MADADA ini sangat tepat. Masjidnya diperkuat, dikelola secara profesional, dan akhirnya memberdayakan masyarakat,โ€ ungkap Imdad.

Ia juga memastikan bahwa BAZNAS siap mengalokasikan anggaran untuk memperluas program ini secara nasional.

Kasubdit Kemasjidan, Akmal Salim Ruhana, menambahkan, program MADADA mendukung visi nasional, terutama Asta Cita Presiden terkait percepatan pengentasan kemiskinan, serta Asta Protas Menteri Agama yang menekankan pentingnya โ€œberagama yang berdampakโ€.

Baca juga: Dandim Depok Gagas Inovasi Pengelolaan Limbah

Menurutnya, peran masjid belum dioptimalkan secara maksimal dalam agenda pemberdayaan umat. Ia berharap, program MADADA menjadi tonggak lahirnya masjid-masjid percontohan yang berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia.

โ€œKonsep MADADA ini sudah melalui tiga kali diskusi dan pematangan. Hari ini kita mulai bergerak. Melalui sinergi ini, masjid tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi benar-benar menjadi pusat perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat,โ€ jelas Akmal. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom