Lingkungan
Beranda ยป Berita ยป Iing Misbahuddin: Urusan Sampah Tak Selesai di Tempat Pembuangan, Masyarakat Harus Tahu ke Mana Sampah Berakhir

Iing Misbahuddin: Urusan Sampah Tak Selesai di Tempat Pembuangan, Masyarakat Harus Tahu ke Mana Sampah Berakhir

Ketua Komisi III, Iing Misbahuddin dan rombongan saat mengunjungi TPA Heuleut, Kabupaten Majalengka beberapa hari yang lalu.(Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sekadar urusan membuang sampah pada tempatnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, Iing Misbahuddin, menegaskan bahwa masyarakat perlu memiliki kesadaran lebih jauh tentang bagaimana sampah dikelola hingga berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurut politisi PKS tersebut, meningkatnya volume sampah yang masuk ke TPA setiap hari menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.

“Selama ini banyak yang merasa tugasnya selesai setelah membuang sampah ke tempat sampah. Padahal, kita juga harus tahu ke mana sampah itu berakhir dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan,” ujar Iing dalam keterangannya, Senin (08/06/2026).

Ia menilai persoalan sampah telah menjadi masalah kolektif yang membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat. Kesadaran untuk memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mendukung program daur ulang dinilai menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap pengurangan beban TPA.

PLN Icon Plus Kenalkan Pelestarian Pesisir kepada Generasi Muda melalui Penanaman Mangrove

Menurutnya, jika masyarakat mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, volume sampah yang harus ditimbun di TPA dapat berkurang secara signifikan.

“Langkah kecil seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sebenarnya sangat berarti. Jika dilakukan oleh banyak orang secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,” katanya.

Estetika

Ketua Komisi III yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup itu juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berdampak pada estetika lingkungan, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah lain seperti pencemaran tanah, air, hingga kesehatan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tidak hanya menjadi objek kebijakan, melainkan turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

“Kesadaran lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dari rumah. Lingkungan yang bersih tidak tercipta secara instan, tetapi lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pentahelix Center Luncurkan Koperasi SIKOMAT untuk Eksekusi “7 Seruan Manglayang Timur”

Iing berharap gerakan peduli sampah dan pengurangan penggunaan plastik dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat Majalengka. Dengan demikian, persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan dapat diatasi secara bertahap melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih dimulai dari aksi kita hari ini,” pungkasnya. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Pemkot Depok Gelar Opsih, Fokuskan Empat Aspek Utama Kebersihan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan






Kolom