Nasional
Beranda ยป Berita ยป Data Perlinsos Bali Tembus 652.858 KK, Meutya Hafid Ingatkan Layanan Gratis

Data Perlinsos Bali Tembus 652.858 KK, Meutya Hafid Ingatkan Layanan Gratis

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat meninjau pelaksanaan digitalisasi Perlinsos di Bali, Jumat (9/10/2026) mengatakan teknologi perlu berjalan beriringan dengan semangat gotong royong agar tidak ada warga yang kehilangan kesempatan mendapatkan haknya hanya karena tidak mengetahui cara mengakses layanan. (Foto: Komdigi/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) harus memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah. Bali menjadi ruang pembelajaran penting sebelum program diperluas ke daerah lain.

“Hari ini kami melihat langsung uji coba digitalisasi perlindungan sosial di Bali. Kami ingin memastikan teknologi yang dibangun pemerintah benar-benar memudahkan masyarakat,” kata Meutya saat meninjau pelaksanaan digitalisasi Perlinsos di Bali, Jumat (9/10/2026).

Hingga minggu pertama Oktober 2026, sebanyak 652.858 keluarga atau 50,52 persen keluarga di Bali telah mendaftar melalui Portal Perlinsos. Capaian tersebut menjadi gambaran kesiapan masyarakat beralih ke layanan perlindungan sosial berbasis digital.

Meutya mengatakan kunjungan ke Bali juga untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi pemerintah daerah, agen Perlinsos, dan masyarakat.

Melalui Portal Perlinsos, masyarakat dapat melakukan verifikasi identitas, mengajukan permohonan bantuan, memantau proses dan hasilnya, serta menyampaikan sanggahan apabila merasa hasil penilaian belum sesuai. Mekanisme ini juga memberi ruang memperbaiki data kesejahteraan, termasuk desil, jika belum menggambarkan kondisi sebenarnya.

Lima Tersangka Terseret Kasus Eksploitasi Seksual, Polres Garut Bongkar Kasus TPPO di Cikelet

“Jangan sampai data yang tidak sesuai justru membuat masyarakat yang berhak tidak mendapatkan bantuan. Kondisi masyarakat bisa berubah, sehingga harus tersedia ruang bagi mereka untuk menyampaikan keberatan dan memperbaiki data,” ujar Meutya.

Untuk membantu kesulitan akses digital, pemerintah menghadirkan Agen Perlinsos. Pendampingan ini diharapkan memastikan keterbatasan kemampuan teknologi tidak menjadi penghalang.

Meutya menegaskan teknologi perlu berjalan beriringan dengan gotong royong. Masyarakat dapat membantu mengarahkan tetangga yang belum mendaftar kepada petugas Perlinsos.

“Digitalisasi bukan berarti masyarakat harus menghadapi semuanya sendiri. Teknologi harus berjalan bersama gotong royong agar tidak ada warga yang kehilangan kesempatan mendapatkan haknya,” kata Meutya.

Meutya juga mengingatkan seluruh proses pendaftaran dan akses layanan Perlinsos digital tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta menggunakan kanal resmi pemerintah dengan domain .go.id, serta tidak memberikan data pribadi atau nomor rekening kepada pihak tidak berwenang.

Kurang dari 24 Jam, Polres Majalengka Tangkap 5 Terduga Pelaku Pembacokan di Jatiwangi

“Layanan ini gratis. Jangan membayar siapa pun untuk mendaftar dan jangan mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak berwenang,” ujarnya. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom