Info Kampus Mancanegara
Beranda ยป Berita ยป Rektor UI Buka Pintu Kolaborasi dengan Seoul National University dan Kampus Asia untuk Inovasi Sosial

Rektor UI Buka Pintu Kolaborasi dengan Seoul National University dan Kampus Asia untuk Inovasi Sosial

Asian Universities Forum 2026 di Seoul National University, Korea Selatan, Rabu (04/11/2026). (Foto: Dok Humas UI)

RUZKA INDONESIA — Keunggulan universitas tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah, pemeringkatan, dan kualitas lulusan, tetapi juga dari kemampuannya menjawab persoalan masyarakat dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Gagasan tersebut disampaikan Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah, dalam Asian Universities Forum 2026 di Seoul National University, Korea Selatan, Rabu (04/11/2026).

Dalam sesi bertajuk โ€œUniversities and Society: Expanding Opportunity and Impactโ€, Prof. Heri menekankan bahwa inovasi sosial perlu dikembangkan melalui kolaborasi yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam mengidentifikasi persoalan dan merancang solusi.

Pendekatan ini sejalan dengan komitmen UI, Unggul Impactful, yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan manfaat nyata bagi masyarakat.

โ€œInovasi sosial merupakan proses kolaboratif untuk mengembangkan cara-cara baru yang relevan dengan kondisi setempat dalam merespons tantangan sosial. Sementara itu, dampak sosial adalah perubahan yang dihasilkan oleh solusi tersebut dalam kehidupan masyarakat. Bagi kami, keduanya harus berjalan beriringan,โ€ ungkapnya.

UPN Veteran Jakarta dan Universiti Teknologi MARA Gelar Student Mobility dan Guest Lecture

Pada 2025, program pengabdian kepada masyarakat UI menjangkau berbagai wilayah Indonesia melalui 256 program yang melibatkan 1.969 mahasiswa dan memberikan manfaat kepada 68.670 penerima manfaat.

Namun, Prof. Heri menegaskan bahwa jumlah kegiatan dan penerima manfaat belum cukup untuk mengukur keberhasilan. Dampak perlu dilihat dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, inovasi sosial UI diterapkan dalam berbagai program berbasis kebutuhan lokal. Di Papua Barat, tim pengabdi UI bekerja bersama warga memperbaiki jembatan yang rusak sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang kembali berjalan.

Sementara itu, di Bener Meriah, Sumatra, UI mengintegrasikan keahlian medis, psikososial, dan teknik bersama puskesmas setempat untuk merespons dampak bencana.

Program di Bener Meriah mencakup pelayanan kesehatan bagi 181 warga, penyediaan dua unit Starlink untuk mendukung komunikasi, serta dua pompa air bertenaga surya.

UI Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia Melalui Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Berbasis SDGs

Inisiatif ini menunjukkan pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan hingga pemulihan akses air bersih dan komunikasi.

UI juga memperkuat kapasitas kepemimpinan lokal melalui program Village Heads on Campus yang melibatkan 868 kepala desa dari berbagai wilayah Indonesia.

Program ini membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengelolaan data desa, penentuan prioritas pembangunan, dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel untuk mendukung pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Dalam bidang ekonomi, UI berkolaborasi dengan PT KAI dan pemerintah daerah untuk mendukung perajin batik di Tegal, Jawa Tengah, melalui penguatan pemasaran, identitas produk, dan akses ruang usaha, termasuk dua toko batik percontohan.

Adapun Ekspedisi Patriot melibatkan 200 orang yang bekerja bersama masyarakat di Papua, Kalimantan, dan Sumatra untuk mengidentifikasi potensi lokal serta mengembangkan peluang ekonomi berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

Kolaborasi UI dan BNPB Perkuat Pendampingan Sosial Penyintas Pergerakan Tanah di Sukabumi

Menurut Prof. Heri, transformasi daerah perlu bertumpu pada kekuatan dan kondisi setempat agar solusi yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memperkuat kemandirian mereka.

Kolaborasi dan Keberlanjutan Inovasi Sosial

Keberlanjutan inovasi sosial juga membutuhkan dukungan kelembagaan dan kemitraan yang terintegrasi dengan pendidikan serta penelitian. Kolaborasi internasional dapat memperkuat upaya tersebut.

Di Bantargebang, Bekasi, UI dan Universitas Bina Nusantara bekerja sama dengan Universiti Kuala Lumpur Business School dan Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia, melalui pelatihan teknologi digital dan pendampingan usaha yang melibatkan 55 pemangku kepentingan UMKM.

Prof. Heri menegaskan bahwa perluasan kesempatan tidak hanya berarti membuka akses terhadap pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan pengetahuan, keahlian, dan kemitraan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Untuk mengukur dampak sosial tersebut, ia mengusulkan tiga aspek utama, yaitu akses, kapasitas, dan keberlanjutan.

Akses berkaitan dengan kemampuan masyarakat memanfaatkan layanan, infrastruktur, dan peluang ekonomi.

Kapasitas mengukur kemampuan masyarakat dan mitra lokal menerapkan pengetahuan serta mengambil keputusan secara mandiri.

Sementara itu, keberlanjutan berkaitan dengan kemampuan melanjutkan dan memelihara solusi setelah dukungan universitas berakhir.

Ketiga aspek tersebut menjadi landasan untuk memastikan program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Universitas perlu menjadi mitra masyarakat dalam mengembangkan inovasi sosial yang bermakna.

Untuk itu, UI menyambut kolaborasi dengan Seoul National University dan perguruan tinggi di Asia dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi sosial, ketangguhan bencana, pembangunan ekonomi lokal, dan pengabdian kepada masyarakat.

โ€œJika kita mampu memadukan keunggulan akademik, inovasi sosial, dan kemitraan yang sejati, kita dapat memperluas kesempatan serta menciptakan dampak yang bertahan melampaui satu proyek atau satu institusi,โ€ kata Prof. Heri. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom