Nasional
Beranda ยป Berita ยป Kelurahan Utan Kayu Utara Raih BSA Award, Fahira Idris Ungkap Peran Kelurahan Menuju Jakarta Kota Global

Kelurahan Utan Kayu Utara Raih BSA Award, Fahira Idris Ungkap Peran Kelurahan Menuju Jakarta Kota Global

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris berpendapat, peningkatan wawasan dan kapasitas kepemimpinan akan semakin bermanfaat apabila hasil pembelajaran diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan di Jakarta. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris berpendapat, peningkatan wawasan dan kapasitas kepemimpinan akan semakin bermanfaat apabila hasil pembelajaran diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan di Jakarta. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ UCAPAN selamat dan apresiasi kepada para pemenang serta finalis Benyamin Sueb Award (BSA) 2026 disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. Menurutnya, penghargaan bagi kelurahan yang berhasil menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas lingkungan merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

Fahira menjelaskan, kualitas sebuah kota global tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur berskala besar, tetapi juga oleh kualitas pelayanan publik, lingkungan permukiman, dan kesejahteraan masyarakat di tingkat kelurahan.

โ€œSaya mengucapkan selamat kepada para peraih Benyamin Sueb Award 2026. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kolaborasi di tingkat kelurahan memiliki peran penting bagi kemajuan Jakarta. Kita perlu terus memperkuat kelurahan karena fondasi Jakarta sebagai kota global sesungguhnya dibangun dari lingkungan tempat masyarakat tinggal, bekerja, dan menjalankan kehidupan sehari-hari,โ€ ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/10/2026).

Benyamin Sueb Award 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penghargaan kepada tiga kelurahan, yakni Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, sebagai pemenang kategori Nyaman; Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, kategori Indah; dan Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, kategori Sejahtera.

Fahira Idris juga mengapresiasi seluruh kelurahan yang berpartisipasi, khususnya sepuluh finalis yang telah menunjukkan berbagai inovasi dalam penataan lingkungan dan pelayanan masyarakat.

DPRD Jabar Dukung PWI Juara Umum Porwanas 2027, Hasbullah Rahmad: Perjuangkan Keberangkatan ke Lampung

Menurut Senator Jakarta ini, BSA memiliki nilai strategis karena mendorong kelurahan untuk terus berbenah melalui pendekatan yang dekat dengan kebutuhan warga. Semangat membangun lingkungan yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera sangat relevan dengan tantangan Jakarta sebagai kota global.

โ€œKota global melulu soal gedung tinggi, kawasan bisnis internasional, atau transportasi modern. Kota global juga tentang kampung yang bersih, lingkungan yang aman, ruang publik yang nyaman, pelayanan yang mudah, serta masyarakat yang memiliki kesempatan untuk hidup lebih sejahtera. Semua itu sangat berkaitan dengan peran kelurahan,โ€ katanya.

Fahira Idris mengungkapkan, berdasarkan Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics, Jakarta menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota dunia. Namun, masih terdapat ruang penguatan, terutama pada aspek kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur perlu terus diimbangi dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Dalam konteks inilah kelurahan memiliki posisi strategis sebagai pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan warga dan memahami persoalan lingkungan sehari-hari.

Fahira Idris menilai terdapat empat peran strategis kelurahan dalam mendukung Jakarta menjadi kota global.

Tak Perlu Saling Tuding, DPR RI Tuntut Perusahaan Asing Bertanggung Jawab

Pertama, kelurahan menjadi ujung tombak kualitas pelayanan publik di mana kelurahan memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan administrasi dan pelayanan warga ditangani secara cepat, mudah, transparan, serta responsif. Kualitas pelayanan di tingkat kelurahan turut membentuk pengalaman dan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan Jakarta.

Kedua, kelurahan menjadi penggerak kualitas lingkungan dan ketahanan kota untuk menghadapi berbagai persoalan perkotaan seperti pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, penghijauan, genangan, serta pemanfaatan ruang publik yang membutuhkan koordinasi pemerintah dan partisipasi aktif warga. Kelurahan menjadi penghubung penting agar program pemerintah dapat menjangkau kebutuhan nyata setiap lingkungan.

Ketiga, kelurahan berperan memperkuat kesejahteraan dan inklusi sosial melalui koordinasi dengan perangkat daerah, kelurahan dapat membantu memastikan pelayanan sosial menjangkau warga yang membutuhkan, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM, kegiatan ekonomi masyarakat, dan pengembangan potensi lokal. Dengan demikian, kemajuan Jakarta sebagai kota global dapat semakin dirasakan secara merata.

Keempat, kelurahan menjadi ruang tumbuhnya partisipasi dan identitas budaya Jakarta dengan kekuatan Jakarta tidak terlepas dari gotong royong, keberagaman, kehidupan komunitas, serta kekayaan budaya Betawi yang hidup berdampingan dengan budaya Nusantara lainnya. Menurut Fahira Idris, modernisasi Jakarta perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter sosial dan budaya masyarakatnya.

โ€œJakarta akan semakin kuat sebagai kota global apabila kemajuannya juga dirasakan sampai ke kampung-kampung. Warga memperoleh pelayanan yang baik, lingkungan semakin tertata, ekonomi masyarakat tumbuh, dan budaya lokal tetap hidup. Di sinilah kelurahan berperan menjembatani visi besar pembangunan dengan kebutuhan nyata masyarakat,โ€ ujar Fahira Idris.

Klarifikasi Resmi UBSI: Bukan Mahasiswa UBSI yang Tampil Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Fahira Idris juga mengapresiasi target Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar seluruh 267 kelurahan mengikuti Benyamin Sueb Award pada 2027. Partisipasi yang meningkat dari 27 kelurahan pada 2025 menjadi 52 kelurahan pada 2026 merupakan perkembangan positif untuk mendorong inovasi dan perbaikan kualitas lingkungan secara lebih luas.

Ia juga mendukung rencana pemberian kesempatan kepada sepuluh lurah finalis untuk mengikuti program pembelajaran ke luar negeri. Menurutnya, peningkatan wawasan dan kapasitas kepemimpinan tersebut akan semakin bermanfaat apabila hasil pembelajaran diterjemahkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan di Jakarta.

โ€œSaya berharap BSA terus berkembang, bukan hanya sebagai ajang penghargaan, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik baik antarkelurahan. Inovasi yang berhasil perlu didokumentasikan, dievaluasi manfaatnya, kemudian dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah lain. Dengan begitu, kemajuan tidak hanya terjadi di kelurahan pemenang, tetapi dapat menyebar ke seluruh Jakarta,โ€ pungkas Fahira Idris.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Benyamin S Award (BSA) 2026, Jumat (30/10/2026) kemarin. BSA hadir sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi kelurahan yang berkomitmen mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. (***/Jie)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom