Nasional
Beranda ยป Berita ยป Tak Perlu Saling Tuding, DPR RI Tuntut Perusahaan Asing Bertanggung Jawab

Tak Perlu Saling Tuding, DPR RI Tuntut Perusahaan Asing Bertanggung Jawab

Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman. (Foto: Dok Egi)

RUZKA INDONESIA — Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, mendesak pemerintah untuk bersikap transparan dengan membuka data seluruh perusahaan yang terlibat dalam bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Transparansi data ini dinilai krusial untuk mencegah aksi saling tuding antarnegara tetangga saat krisis asap terjadi.

Arif menegaskan pentingnya akuntabilitas korporasi guna menjaga kedaulatan hukum Indonesia di mata internasional.

“Agar jangan saling menuding. Bagaimanapun, Indonesia juga punya kedaulatan hukum. Sekarang bagaimana caranya supaya akuntabilitas dari perusahaan-perusahaan yang ada itu dibuka dari negara mana dia? Tinggal dibuktikan,” kata Arif kepada wartawan, Kamis (28/10/2026).

Politisi Senayan ini membeberkan bahwa fenomena karhutla tidak terlepas dari pusaran investasi di sektor perkebunan, yang mana modalnya tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga asing.

DPRD Jabar Dukung PWI Juara Umum Porwanas 2027, Hasbullah Rahmad: Perjuangkan Keberangkatan ke Lampung

Ia menyoroti negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang acap kali menyudutkan Indonesia sewaktu terjadi karhutla, padahal kedua negara tersebut turut menanamkan investasi kelapa sawit di tanah air.

Dibandingkan melontarkan kecaman, ia mendorong adanya kolaborasi lintas negara untuk menanggulangi kebakaran.

“Ini juga harus ada tanggung jawab penuh dari para pihak, bagaimana cara penanganannya bukan saling menghujat atau saling menuding,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif menilai dugaan keterlibatan korporasi sangat mudah dilacak karena kemunculan titik panas (hotspot) konsisten berada di lokasi yang sama setiap tahunnya.

Pemanfaatan teknologi satelit modern seharusnya bisa mengidentifikasi pemilik lahan secara presisi.

Klarifikasi Resmi UBSI: Bukan Mahasiswa UBSI yang Tampil Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

“Dari mana titik panasnya? Dari perusahaan apa? Dan ini kan kejadian berulang-ulang kali, bahkan adanya di spot yang tidak dari mana-mana. Ya, di situ-situ aja,” jelas Arif.

Dugaan Unsur Kesengajaan Korporasi

Senada dengan hal tersebut, Pakar Hukum Internasional Teuku Rezasyah meminta pemerintah mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan asing yang terbukti terlibat dalam peristiwa karhutla.

Rezasyah mengindikasikan adanya unsur kesengajaan dari pihak korporasi yang memperparah eskalasi kebakaran hutan dari tahun ke tahun.

“Ini berulang-ulang kan. Ini tentunya kan ada faktor kesengajaan,” pungkas Rezasyah. (***)

Jurnalis: Egi
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Ada ‘Mahasiswa Setingan’ di Hadapan Polda Metro, Agus Syafrudin: Sangat Memalukan!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom