RUZKA INDONESIA — Pemerintah Desa (Pemdes) Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menggelar acara gunting pita sebagai tanda telah terealisasinya pembangunan Dayeuh Pajajaran yang didukung melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu) Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan tradisi sedekah bumi yang berlangsung meriah dan disambut antusias oleh masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan penampilan seni tari Jaipong dan pencak silat yang turut memeriahkan rangkaian acara.
Selain itu, warga dari berbagai wilayah membawa dongdang berisi aneka hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil alam.
Puncak acara berlangsung meriah ketika dongdang hasil bumi yang dibawa masyarakat diperebutkan oleh warga yang hadir.
Mempererat Kebersamaan dan Semangat Gotong Royong
Tradisi tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Desa Selawangi.
Kepala Desa Selawangi, Juhendi Ahmad Zulfikar, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan Dayeuh Pajajaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, atas dukungan bantuan keuangan yang diberikan kepada desa.
โPertama-tama, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Bogor, Bapak Rudy Susmanto, yang telah menggelontorkan bantuan keuangan. Alhamdulillah, Desa Selawangi dapat merealisasikan anggaran tersebut dan hari ini kami menggelar gunting pita sebagai tanda peresmian,โ ujar Juhendi dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk menandai terealisasinya pembangunan, tetapi juga menjadi ajang memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Antusiasme Masyarakat
Hal itu terlihat dari keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMP Negeri 2 Selawangi, anak-anak sekolah dasar, hingga masyarakat dari setiap dusun dan lingkungan RT yang turut memeriahkan acara dengan membawa dongdang hasil bumi.
โAlhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Berbagai unsur wilayah ikut berpartisipasi membawa dongdang berisi hasil bumi. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami karena masyarakat mendukung dan bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,โ ucapnya.
Juhendi menambahkan, pelaksanaan sedekah bumi menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus upaya melestarikan tradisi dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap, melalui pembangunan Dayeuh Pajajaran dan kegiatan kebudayaan seperti sedekah bumi, kebersamaan masyarakat Desa Selawangi semakin kuat.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara serta warga yang telah berpartisipasi menyukseskan acara tersebut,” terangnya.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, penguatan nilai gotong royong, dan kebersamaan masyarakat. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar