Sekolah
Beranda ยป Berita ยป Disdik Depok Apresiasi Giat Pertukaran Pelajar Tiga Negara di Cakra Buana School, Wahid: Didik Siswa Global

Disdik Depok Apresiasi Giat Pertukaran Pelajar Tiga Negara di Cakra Buana School, Wahid: Didik Siswa Global

Salah satu penampilan siswa Cakra Buana School di acara The Night Show dalam giat SIM-MERANTI International Youth Collaboration Program 2026 di Cakra Buana School, Kota Depok, Selasa (27/10/2026). (Foto: Rusdy Nurdiansyah/RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengapresiasi program pertukaran pelajar internasional, Singapura-Indonesia-Malaysia atau SIM-MERANTI Project 2026 yahg berlangsung di Cakra Buana School, Kota Depok, selama tiga hari 26-28 Oktober 2026.

Program kolaborasi yang mempertemukan pelajar dan pendidik dari tiga negara, yakni Westwood Secondary School Singapura, Bintara & Cakra Buana School Indonesia, dan Maktab Sabah Malaysia ini konsisten berjalan selama 19 tahun.

“Program ini memiliki peran strategis di tengah era globalisasi. Saya apresiasi, mendidik siswa berwawasan global,” ujar Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono di giat hari kedua pada sesi The Night Show di Cakra Buana School, Kota Depok, Selasa (27/10/2026) malam.

Menurut Wahid, keterbukaan informasi dan interaksi lintas negara kini telah menjadi kebutuhan mendasar bagi generasi muda. Siswa saat ini dituntut untuk membuka diri dan belajar dari negara lain agar memiliki pandangan yang luas.

“Pertukaran itu penting dan bagus. Dunia sudah global, tidak mungkin kita tidak belajar dari negara lain. Wajar jika kita harus berinteraksi, apalagi salurannya saat ini sudah sangat banyak,” jelasnya.

Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional, Siswi SD Prestasi Global Depok Raih Juara 1

Wahid mengutarakan, terdapat dua manfaat utama dari keberlangsungan program ini.

Bangun Networking

Pertama, membangun networking internasional, serta membuka jaring pertemanan dan kolaborasi lintas negara sejak usia sekolah.

Kedua, saling memahami budaya, serta mempelajari karakteristik unik dan keberagaman budaya masing-masing negara untuk memperkaya pengalaman siswa.

Program pertukaran pelajar seperti ini awalnya diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2005. Hebatnya, Sekolah Cakra Buana dan Bintara secara konsisten menangkap dan meneruskannya hingga kini.

“Saya apresiasi Cakra Buana yang terus merawat program ini. Bukan hanya siswa yang mendapat manfaat, tetapi para guru yang ikut berinteraksi juga akan bertambah wawasannya,” terang Wahid.

Sekolah Cakra Buana Depok Resmikan Monumen Setiap Anak Cerdas dan Istimewa

Ketua Yayasan Cakra Buana dan Bintara, Safira Lestari, menjelaskan bahwa sebelum pertemuan tatap muka di Kota Depok, para peserta telah berinteraksi secara intensif via jaringan daring selama 10 bulan.

Mereka mendiskusikan serta merancang produk berbasis STEAM Project (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

“Anak-anak berdiskusi online untuk memilih project yang kemudian diimplementasikan di negara masing-masing. Pertemuan offline di Kota Depok ini menjadi ajang Project Show untuk memaparkan hasil produk mereka,” ungkapnya.

The Night Show SIM-MERANTI International Youth Collaboration Program 2026

Selain pemaparan proyek ilmiah dan teknologi, malam puncak hari kedua diisi dengan The Night Show SIM-MERANTI International Youth Collaboration Program 2026 sebagai wadah unjuk kreativitas dan pertunjukan kolaborasi budaya.

Safira pun mengapresiasi keberanian serta adaptabilitas para siswa yang mampu menyatukan chemistry dalam waktu singkat.

Perkuat Fikih Wanita, Prestasi Global Depok Gelar Kajian Perkara yang Tidak Membatalkan Wudhu

“Hanya dalam waktu tiga hari bertemu fisik, mereka sudah bisa tampil berkolaborasi menyanyi dan menari bersama. Ini tantangan luar biasa karena sebelumnya hanya bertemu lewat Zoom, namun mereka mampu membangun kepercayaan diri dan rasa empati,” ungkapnya.

Mengingat penyelenggaraan acara berdekatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Safira mengingatkan pesan dari Ketua Dewan Pembina Cakra Buana dan Bintara, Siti Nurul agar seluruh siswa terus memegang teguh identitas bangsa.

“Pesan beliau adalah Think globally, act locally. Berpikir global tetapi jiwanya tetap lokal. Kalau dadanya dibelah, isinya tetap Merah Putih. Ini momen yang sangat pas dengan Sumpah Pemuda,” tegas Safira.

Dia juga membagikan kesan mendalam dari para pelajar Singapura selama berada di Kota Depok. Mereka mengaku terkesan dengan keramahan hangat khas Indonesia (welcoming home).

“Siswa Singapura merasa disambut dengan sangat humanis dan merasa diwongke (dihargai). Kehangatan ramah-tamah yang selama ini mereka lihat di media sosial benar-benar mereka rasakan langsung di sini,” tuturnya.

Meski sister school asal Malaysia (Maktab Sabah) berhalangan hadir secara fisik pada tahun ini karena kondisi tertentu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta dari Indonesia dan Singapura. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom