Nasional
Beranda » Berita » Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor ke Kecamatan Cariu: Pembenahan Infrastruktur Pendidikan

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor ke Kecamatan Cariu: Pembenahan Infrastruktur Pendidikan

Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang I Tahun 2026–2027 Dapil 2, digelar di Aula Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2026). (Foto: Dok Dwi Retno Sari)

RUZKA INDONESIA — Kondisi sarana pendidikan yang memprihatinkan kembali menjadi sorotan utama dalam Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang I Tahun 2026–2027 Dapil 2, digelar di Aula Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, para Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala UPT, Kepala Puskesmas, Perwakilan Sekolah, Organisasi Kemasyarakatan, Pimpinan Partai Politik, serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.

Camat Cariu, Pardi, mengungkapkan bahwa keterbatasan fasilitas belajar-mengajar masih menyelimuti wilayahnya. Bahkan, beberapa sekolah terpaksa menyekat ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap bisa berjalan.

“Masih banyak sekolah dengan kondisi rusak berat, sedang, maupun ringan. Di lapangan, kami menemukan ada sekolah yang harus menyekat ruang kelas untuk KBM, salah satunya di SDN Tegal Batu,” ujar Pardi.

Pardi menegaskan, kehadiran anggota DPRD melalui fungsi anggaran dan pengawasan sangat diharapkan untuk membawa aspirasi ini ke tingkat kabupaten, agar pembenahan infrastruktur pendidikan di Cariu masuk dalam prioritas pembangunan.

Berbekal Jaket Ojol, Pelaku Pencurian Gasak Isi Rumah Kosong di Garut

Persoalan Pendidikan

Selain memaparkan persoalan pendidikan, Pardi turut menyampaikan gambaran umum wilayah Cariu yang dihuni oleh 51.263 jiwa di 10 desa. Sebagai wilayah strategis perbatasan Kabupaten Bogor dengan Bekasi, Karawang, dan Cianjur, Cariu memiliki jaringan jalan sepanjang 19 km (jalan provinsi) dan 23 km (jalan kabupaten).

Sektor perekonomian warga disokong oleh 461 unit UMKM serta 6 koperasi. Sementara dari sisi fasilitas publik, wilayah ini ditopang oleh 2 Puskesmas, 1 Pustu, serta puluhan lembaga pendidikan dari tingkat PAUD hingga Pondok Pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kecamatan juga melaporkan sejumlah realisasi program pembangunan yang sedang dan telah berjalan, di antaranya, Rehabilitasi dan revitalisasi sarana pendidikan yang telah masuk anggaran, Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai titik desa, Rehabilitasi gedung dan sarana pendukung di lingkungan Puskesmas Cariu.

“Kami berharap porsi pembangunan di Cariu, khususnya pembenahan sekolah rusak dan peningkatan layanan kesehatan, dapat dikawal ketat oleh para anggota dewan demi kesejahteraan warga,” pungkas Pardi. (***)

Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Kemnaker Buka Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI hingga 22 November

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom