RUZKA INDONESIA — Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menambah deretan prestasi di ajang kewirausahaan tingkat nasional.
Tim “Izinn” yang beranggotakan Albirra Azka Rizky Aji (Teknik Elektro 2025), Liebe Altano Khoiri (Teknik Perkapalan 2025), dan Azra Makhaira Amrul (Bisnis Islam 2025) berhasil meraih Juara 2 Business Plan Competition National Industrial Competition for Entrepreneur (NICE) 2026 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kompetisi yang berlangsung pada 15 November 2025 hingga 14 Februari 2026 ini mengusung tema “Empowering Future Entrepreneurs to Build Circular Economy Ventures for Sustainable Growth”.
Sejalan dengan tema tersebut, Tim “Izinn” mengembangkan FilArt (Filament & Art), startup manufaktur hijau yang memadukan perspektif keteknikan dan bisnis.
FilArt mengolah limbah botol plastik polyethylene terephthalate (PET) menjadi produk bernilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular.
Melalui sistem smart collection berupa Filabox dan aplikasi digital, masyarakat didorong mengumpulkan botol plastik dengan insentif berbasis poin.
Limbah yang terkumpul kemudian diolah melalui teknologi ekstrusi skala mikro menjadi filamen, yakni bahan baku untuk 3D printing.
Filamen tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk, salah satunya casing smartphone kustom melalui metode on-demand manufacturing.
Jawab Persoalan Limbah Plastik
Albirra menjelaskan bahwa FilArt dikembangkan untuk menjawab persoalan limbah plastik sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi dalam menciptakan produk bernilai ekonomi.
“Melalui FilArt, kami ingin menunjukkan bahwa limbah botol PET tidak berhenti sebagai sampah. Dengan teknologi dan pendekatan ekonomi sirkular, material tersebut masih dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Albirra dalam keterangan yang diterima, Senin (28/09/2026).
Pada babak penyisihan, setiap tim menyusun Business Model Canvas (BMC), yaitu peta yang menggambarkan cara kerja sebuah bisnis, mulai dari siapa pelanggannya hingga dari mana pendapatannya.
Tim dengan BMC terkuat melaju ke semifinal untuk mengembangkan proposal bisnis yang lebih rinci, dengan membuktikan bahwa gagasannya dapat dijalankan secara teknis dan layak secara keuangan.
Dari seluruh peserta, 10 tim terbaik, termasuk Tim “Izinn”, lolos ke babak final pada 14 Februari 2026.
Di hadapan dewan juri, mereka mempresentasikan FilArt hingga dinobatkan sebagai Juara 2.
Apresiasi FTUI
Dekan Fakultas Teknik UI (FTUI), Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bentuk penerapan kompetensi keteknikan dalam menjawab persoalan lingkungan dan kebutuhan industri.
“Prestasi ini menunjukkan bagaimana kompetensi keteknikan dapat dipadukan dengan kewirausahaan untuk merespons persoalan lingkungan secara inovatif. FilArt tidak hanya menawarkan gagasan pemanfaatan kembali limbah PET, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai tambah,” ujar Prof. Kemas.
Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin mampu melahirkan gagasan yang menghubungkan teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan.
UI terus mendorong mahasiswanya untuk menerapkan kompetensi akademik dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar