RUZKA INDONESIA — Kasus Influenza A baru-baru ini sedang meningkat menjangkit di kalangan masyarakat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia, salah satu yang terdeteksi adalah influenza A (H3N2) subclade K.
Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala dan tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori mengingatkan warga untuk mewaspadai sejumlah gejala yang dapat menjadi tanda kondisi serius.
Gejala tersebut meliputi sesak napas, napas cepat, tarikan dinding dada, hingga bibir tampak kebiruan.
“Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis,” ungkap Devi dalam keterangan yang diterima, Ahad (27/09/2026).
Waspada Deman Tinggi
Selain gejala pada saluran pernapasan, Devi juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai demam tinggi yang menetap atau kondisi yang justru memburuk setelah sempat membaik.
Tanda bahaya lainnya meliputi nyeri dada, penurunan kesadaran, kejang, hingga kelemahan berat.
โSegera mencari pertolongan medis apabila ditemukan gejala tersebut. Demam tinggi yang menetap atau kondisi memburuk setelah sempat membaik juga perlu diwaspadai,โ jelas Devi.
Menurut Devi, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan apabila mengalami kesulitan untuk minum, muntah terus-menerus, jarang buang air kecil, atau tampak sangat lemas.
Hal serupa juga perlu diperhatikan pada bayi, ibu hamil, lanjut usia, penderita penyakit kronis, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
โKami mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada,” tegasnya.
Diminta Pantau Perkembangan Influenza A di Masyarakat
Devi juga meminta fasilitas kesehatan meningkatkan surveilans dan segera melaporkan apabila ditemukan peningkatan atau kelompok kasus.
Hal tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan Influenza A di masyarakat.
โKami akan terus memantau dan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil verifikasi epidemiologi serta pemeriksaan laboratorium,โ pungkas Devi. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar