RUZKA INDONESIA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok kembali menegaskan komitmen dalam penurunan angka stunting.
Melalui komitmen yang baik, program percepatan penurunan stunting dapat menjadi prioritas pembangunan di Kota Depok dapat terealisasi.
Komitmen ini perlu diwujudkan menjadi aksi nyata berupa pengawasan yang menyasar langsung pada setiap kelompok rentan.
“Penurunan stunting itu harus secara komprehensif. Ada yang spesifik dan sensitif, dari hulu ke hilir. Intinya dari segala aspek itu,” ujar Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori dalam keterangan yang diterima, Jumat (25/09/2026).
Komitmen Pemkot Depok juga dibuktikan dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tahun 2026 bersama Sekretariat Wakil Presiden (Satwapres) RI secara daring dari Ruang D’Cor Gedung Balai Kota Depok, Selasa (22/09/2026).
Pengawasan
Menurut Devi, puskesmas bisa melakukan program-program pengawasan stunting terhadap sejumlah masyarakat tertentu yang berisiko memiliki anak stunting.
Adapun beberapa langkah pengawasan dilakukan, antara lain pengukuran lingkar lengan pada kelompok ibu hamil yang kekurangan energi kronis, perawatan dengan memperhatikan penyesuaian untuk bayi dengan berat lahir rendah.
Serta pemantauan perkembangan berat badan untuk kelompok anak usia dua tahun ke bawah melalui program pendampingan dan pemberian makan tambahan.
Dalam melakukan berbagai langkah pengawasan tersebut, lanjutnya, puskesmas perlu berkolaborasi dengan RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga tokoh masyarakat setempat.
“Puskesmas dengan klinik sebagai garda terdepan berkolaborasi dengan kader, tokoh masyarakat, RT, RW, lurah, camat, gitu sehingga makin lama makin sedikit itu risiko ditemukannya (anak stunting), karena semua tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan saja,” jelas Devi.
Kolaborasi
Dia mengungkapkan, kolaborasi juga dapat dilakukan dengan program edukasi oleh kader kepada ibu-ibu tertentu, lalu RT/RW melakukan pengawasan terhadap warganya yang sedang hamil dengan risiko tertentu.
Dengan komitmen upaya pengawasan dan pemantauan yang akan ditingkatkan, Devi berharap kasus-kasus stunting di Kota Depok dapat segera diatasi menuju Depok Maju dengan sumber daya manusia yang unggul.
“Harapannya Depok bisa lebih meningkatkan peran pengawasan kelompok berisiko itu, intervensinya yang tepat, sehingga angkanya dapat ditekan sesuai harapan. Pemkot Depok terus bersemangat untuk melakukan pemantauan dan pengawasan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Devi. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar