RUZKA INDONESIA — Kebutuhan darah di Kota Depok tidak sedikit. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok mencatat kebutuhan darah mencapai sekitar 3.000 kantong setiap bulan, atau sekitar 36 ribu hingga 40 ribu kantong dalam setahun.
Untuk menjaga ketersediaan stok, PMI Depok menggandeng Gerakan Pramuka Kota Depok melalui kegiatan donor darah.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 sekaligus menyambut HUT ke-81 PMI.
Sekretaris PMI Kota Depok, Eka Bachtiar, mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam kegiatan donor darah.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat dilakukan secara rutin.
โDengan harapan kegiatan ini bisa berlangsung rutin. Apakah per tiga bulan sekali, karena menurut WHO bisa dua bulan sekali. Kalau kita mungkin cari jalan tengahnya, yaitu tiga bulan sekali,โ ujar Eka dalam keterangan yang diterima, Selasa (22/09/2026).
Rata-rata Dapat Terpenuhi
Ia mengungkapkan, kebutuhan darah PMI Depok rata-rata dapat terpenuhi. Namun, kondisi berbeda biasanya terjadi pada bulan Ramadan ketika jumlah pendonor cenderung menurun.
โTarget tiga ribu kantong per bulan. Jadi setahun itu antara tiga puluh enam ribu sampai empat puluh ribu. Rata-rata kita bisa terpenuhi, cuma pada bulan Ramadan yang agak kurang,โ ungkap Eka.
Darah yang dihimpun PMI Depok, lanjut Eka, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah rumah sakit di Kota Depok.
Selain itu, terdapat pula permintaan dari rumah sakit di wilayah Jakarta dan Bogor sesuai dengan kebutuhan dan kerja sama yang tersedia.
Menurut Eka, donor darah bukan hanya bermanfaat bagi orang yang membutuhkan transfusi, tetapi juga dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Sebelum melakukan donor, calon pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
โYang penting kita dicek sehat. Hari itu juga kita mengadakan donor darah. Karena kadang-kadang kita mungkin kurang tidur, lupa, akhirnya tensi naik. Mungkin juga masalah cuaca dan apa lagi. Mudah-mudahan kalau kita sering diperiksa, kita juga bisa melihat kesehatan yang lainnya,โ tuturnya.
Rutin Donor Darah
Ia pun memberi contoh dari dirinya sendiri. Meski sudah pensiun dan kini berusia sekitar 67 tahun, ia masih rutin melakukan donor darah selama memenuhi persyaratan kesehatan.
โSaya saja sudah pensiun, usia saya hampir tujuh puluh, kurang lebih enam puluh tujuh. Pensiun tahun kemarin, masih bisa donor darah,โ terang Eka.
Ia berharap kolaborasi antara PMI dan Pramuka dapat terus berjalan dan semakin banyak anggota Pramuka maupun masyarakat yang tergerak menjadi pendonor.
โUntuk itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman Pramuka,โ pungkas Eka. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar