RUZKA INDONESIA — Direktorat Humas, Media, Pemerintah dan Internasional (DHMPI) Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Gojek serta Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI menggelar Public Lecture & Talkshow bertajuk “Game On! Tech Behind Every Win: Pakai Teknologi Buat Jadi Juara”.
Acara ini berlangsung di Balai Purnomo Prawiro, Kampus UI Depok, pada Kamis (10/09/2026).
Kegiatan ini menjadi pengejawantahan dari penguatan kemitraan strategis universitas dan industri (university-industry collaboration) dalam menjembatani ruang akademik dengan dunia kerja.
Harapannya, melalui penyelenggaraan kuliah umum ini mahasiswa memperoleh bekal agar tumbuh menjadi pribadi yang kritis, adaptif, serta solutif di era transformasi digital.
Rangkaian acara diawali dengan sesi kuliah umum oleh Direktur DHMPI UI, Dr. Erwin Agustian Panigoro, M.M., yang membawakan materi bertema “Bagaimana Teknologi menjadi Akselerator Produktivitas & Pengembangan Diri”.
Dalam pemaparannya, ia membedah penggunaan screen time harian dan menyoroti tiga gejala zaman yang dihadapi generasi kini, yakni krisis atensi, utang kognitif (cognitive debt), serta ekonomi atensi (attention economy).
Penguasaan Atas Teknologi
Ia juga mengingatkan ancaman fenomena popcorn brain, brain rot, hingga risiko AI sebagai cognitive paylater yang menurunkan keterlibatan otak secara drastis.
Penguasaan atas teknologi adalah keharusan. Apabila kita tidak mengendalikannya, maka teknologilah yang akan mendikte pola pikir kita.
“Kita dituntut untuk menjadi intentional user, yakni individu yang memanfaatkan canggihnya kecerdasan buatan secara terarah dengan tujuan yang spesifik serta mampu menghasilkan luaran yang nyata. Bagaimanapun canggihnya perkembangan AI, kedudukan manusia harus tetap menjadi pemegang kendali utama,” ujar Dr. Erwin.
Ia menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dalam berpikir agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi. Salah satunya dengan mengatur ulang kebiasaan digital harian dan memanfaatkan AI secara bijak.
“Tetapkan tujuannya terlebih dahulu, manfaatkan teknologi secara bijak, dan latih terus AI sebagai sparring partner agar kita tetap memegang kendali penuh atas pikiran kita sendiri,” tambah Erwin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi gelar wicara (talk show). Selain Dr. Erwin, hadir pula memperkaya khazanah wawasan audiens Puti Ara Zena (Senior Product Manager Gojek yang juga Alumni UI 2012), Shakira Amirah (Alumni FK UI 2020), dan Aulion (Kreator Konten). Sesi ini mengupas tuntas penerapan teknologi dalam ranah akademis, industri, hingga industri kreatif.
Ekosistem Gojek
Dari sudut pandang industri, Puti Ara Zena memaparkan bagaimana ekosistem Gojek mengintegrasikan kemajuan teknologi dan AI dengan berorientasi pada pemahaman kultur masyarakat, serta memperkenalkan layanan penunjang mahasiswa seperti GoRide dan GoFood.
Ia menggarisbawahi bahwa efisiensi teknologi harus diiringi dengan pemahaman yang mendalam.
“Teknologi pada hakikatnya hadir sebagai enabler dalam mengakselerasi produktivitas. Namun, perlu kita ingat bahwa efisiensi tidak serta-merta mencerminkan pemahaman yang mendalam. Teknologi memang mampu melahirkan efisiensi, tetapi kualitas serta nilai dari hasil akhir tersebut sepenuhnya ditentukan oleh cara manusia mengolah dan mengarahkannya,” papar Puti.
Sementara itu, Shakira Amirah membagikan technology hacks praktis bagi mahasiswa, seperti pengintegrasian dashboard harian, sinkronisasi Google Calendar, hingga pemanfaatan AI untuk active recall dan pembuatan silabus belajar.
Namun, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak bergantung sepenuhnya pada AI. “Kedepankan human touch dan jadikan AI sebagai rekan kolaborasi, bukan instrumen instan untuk menyusun karya kita secara keseluruhan,” tutur Shakira.
Melengkapi diskusi, kreator konten Aulion menekankan bahwa kecerdasan buatan bukanlah ancaman bagi industri kreatif selama karya tersebut memiliki identitas dan sentuhan emosional yang kuat.
“Keberadaan AI sangat membantu dalam mengakselerasi proses kreatif mulai dari formulasi ide hingga eksekusi teknis seperti automated subtitle. Namun, seiring berkembangnya teknologi, peran serta human touch justru menjadi makin krusial agar sebuah karya tetap memiliki jiwa dan identitas yang otentik,” ungkap Aulion.
Penyerahan Penghargaan
Sesi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan oleh Mario Alvin Surijadjaja, Head of Transport Marketing Gojek, kepada para narasumber serta perwakilan Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama, pengenalan program Gojek (ChamPOINTship), dan fun games interaktif dengan peserta kuliah umum.
Penyelenggaraan acara ini mempertegas komitmen terbuka UI untuk terus menjalin kolaborasi strategis dengan mitra industri. Peran krusial UI sebagai center of excellence diharapkan dapat berpadu selaras dengan relevansi dunia industri, guna mencetak generasi muda bertalenta yang siap memajukan Indonesia. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar