RUZKA INDONESIA — Tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis menjadi perhatian Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar Kecamatan Gunung Putri, Senin (31/08/2026).
Rakor tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas institusi dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di tengah karakteristik Gunung Putri sebagai kawasan industri sekaligus wilayah dengan kepadatan permukiman yang cukup tinggi.
Turut hadir, perwakilan Polsek Gunung Putri, perwakilan Koramil Gunung Putri, KUA, MUI Kepala Puskesmas se-Gunung Putri, bidan desa, unsur masyarakat. Karang Taruna, PSM, TKSK, Tim Penggerak PKK, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta para kepala sekolah.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra mengatakan, keterlibatan berbagai unsur tersebut penting karena persoalan di masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat dan relawan.
Masih Rendah Pemanfaatan Cek Kesehatan Gratis
“Berdasarkan rekapitulasi data Puskesmas, ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Gunung Putri merupakan kawasan yang berkembang pesat dengan aktivitas industri dan mobilitas masyarakat yang tinggi,” jelas Kurnia Indra.
Selain ISPA, Ia juga juga membahas penyakit tidak menular seperti diabetes, persoalan kesehatan jiwa, serta upaya mempercepat penanganan dan pencegahan stunting.
Namun, di tengah upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Kurnia justru menyoroti masih rendahnya warga yang memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis.
“Ya, tingkat pemanfaatan layanan tersebut saat ini baru sekitar 30 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 70 persen kesempatan pemeriksaan kesehatan yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengaku menyayangkan kondisi tersebut. Sebab, pemerintah telah menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis dan dapat dimanfaatkan masyarakat di Puskesmas.
โSayang sekali, kuota pemeriksaan kesehatan gratis yang sudah disiapkan pemerintah masih banyak yang belum dimanfaatkan. Padahal masyarakat bisa mendapatkan pelayanan tersebut setiap hari di Puskesmas tanpa dipungut biaya,โ terang Kurnia.
Ia pun mengajak masyarakat Gunung Putri untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mendeteksi penyakit sejak dini.
โKami mengajak seluruh masyarakat Gunung Putri untuk datang ke Puskesmas terdekat dan memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis ini. Jangan sampai fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah justru tidak dimanfaatkan,โ tegas Kurnia.
Ia berharap melalui Rakor lintas sektor, seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak bersama meningkatkan kesadaran masyarakat, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga dalam menjaga keamanan, ketertiban, pendidikan, serta persoalan sosial di wilayah Gunung Putri.
“Dengan sinergi lintas sektor yang semakin kuat, berbagai persoalan masyarakat diharapkan dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan terintegrasi,” pungkas Kurnia. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


