Teknologi
Beranda ยป Berita ยป Atasi Interferensi 50 Mic Sekaligus, Teater Besar TIM Gunakan Sistem Wireless Bidirectional Pertama di Dunia

Atasi Interferensi 50 Mic Sekaligus, Teater Besar TIM Gunakan Sistem Wireless Bidirectional Pertama di Dunia

Yosafat, Direktur Albeta System Integrator dan Dwi Winarno, Technical Audio Specialist di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (Foto Dok Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Sebagai teater terbesar di kompleks Taman Ismail Marzuki dengan kapasitas 1.200 penonton, Teater Besar menjadi venue pertama di Indonesia yang menggunakan Sennheiser Spectera. Ini adalah ekosistem wideband bidirectional wireless pertama di dunia.

Setiap produksi di Teater Besar memiliki kebutuhan teknis berbeda, mulai dari teater, musikal, konser, hingga pertunjukan budaya. Dengan jadwal yang padat dan tim produksi berbeda-beda, tim teknis dituntut memiliki sistem audio yang fleksibel dan cepat disetup.

Sebelum 2018, Teater Besar masih menggunakan sistem analog. Setelah migrasi ke digital bersama Albeta sebagai system integrator, tantangan baru muncul: jumlah wireless microphone yang semakin banyak.

โ€œSalah satu tantangan terbesar kami adalah interferensi RF. Sebelumnya, kami menggunakan arsitektur konvensional satu perangkat untuk satu receiver. Ketika 40 hingga 50 mikrofon wireless beroperasi bersamaan, benturan frekuensi sering terjadi dan menimbulkan noise yang mengganggu produksi,โ€ ujar Dwi Winarno, Technical Audio Specialist di Teater Besar.

Untuk produksi 32 channel, tim harus menyiapkan rak peralatan berukuran besar. Proses pemindahan, persiapan, dan instalasi pun memakan waktu lama.

CrowdStrike Falcon Masuk Indonesia Lewat Telkom, Bidik Perlindungan untuk Sektor Publik & Swasta

โ€œYang kami cari pada dasarnya adalah sistem yang sederhana, mudah di-setup, tidak memakan terlalu banyak ruang, dan memiliki proses instalasi yang praktis. Di saat yang sama, sistem tersebut juga harus memiliki ruang untuk berkembang,โ€ kata Dwi.

Teater Besar akhirnya memilih Spectera karena arsitekturnya yang ringkas dan kemampuan mengelola banyak channel dalam satu sistem.

โ€œDulu, saat menggunakan 32 unit terpisah, kami harus menyiapkan rak yang sangat besar. Dengan sistem ini, satu unit yang ringkas dapat menampung semuanya. Sebagian besar rak besar tersebut kini sudah tidak lagi diperlukan,โ€ jelas Dwi.

Sistem yang digunakan saat ini terdiri dari Sennheiser Spectera Base Station, 2 antena DAD, 15 bidirectional bodypack, dan mikrofon headset Sennheiser HSP 4. Sistem ini mendukung produksi teater, musikal, acara korporat, talk show, dan panel diskusi.

Yosafat, Direktur Albeta, menyebut Spectera menjawab tuntutan produksi live modern.
โ€œKetika pertama kali memperkenalkan Spectera kepada Mas Dwi, saya telah melihat sistem ini diuji coba, tetapi belum pernah melihatnya digunakan dalam produksi live berskala besar.โ€

CBN Gandeng Wasabi Technologies, Jadi ISP Pertama dengan Layanan Hot Cloud Storage

Kini sekitar 70% produksi di Teater Besar yang butuh wireless menggunakan Spectera, dengan rata-rata 15 channel wireless. Sejak diterapkan, sistem ini sudah mendukung 8-10 produksi.

Keunggulan utama ada pada Spectera WebUI. Sebelum acara, tim bisa menganalisis lingkungan RF secara visual untuk memilih frekuensi dengan interferensi paling rendah. Saat pertunjukan, WebUI menampilkan status real-time: kualitas sinyal, volume, latensi, hingga kondisi baterai.

โ€œSebelumnya, kami tidak memiliki cara untuk memvisualisasikan kondisi RF seperti ini. Kini, performa RF dapat terlihat dan kami dapat menganalisisnya secara langsung melalui software pemantauan sebelum acara dimulai. Sumber kepercayaan terbesar kami adalah Spectera WebUI,โ€ ujar Dwi.

โ€œSejak mulai menggunakan Spectera, saya belum menemukan adanya gangguan atau masalah teknis. Selama sistem telah diatur dengan benar, kami cukup memantau performanya melalui perangkat lunak selama acara berlangsung,โ€ tambahnya.

Bagi Teater Besar, Spectera memberikan efisiensi ruang, waktu, dan tenaga. Sistem ini memungkinkan tim teknis fokus pada pertunjukan, bukan pada kerumitan infrastruktur wireless.

Dari Konten ke Aksi Nyata, Gen Z Ubah Wajah Aktivisme Digital Indonesia

โ€œSejauh ini, belum ada sistem lain yang benar-benar seperti ini,โ€ tutup Dwi. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom