Gaya Hidup
Beranda ยป Berita ยป Akselerasi Ekosistem Wisata Religi Masjid Pantai Bali

Akselerasi Ekosistem Wisata Religi Masjid Pantai Bali

Gaido Travel cabang ke-74 hadir di kawasan Masjid Pantai Bali, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Masjid Pantai Bali di Jembrana tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat ibadah, tetapi mulai diarahkan menjadi ruang perjumpaan antara spiritualitas, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, aktivitas ekonomi, kepedulian lingkungan dan pariwisata.

Langkah tersebut ditandai dengan hadirnya Gaido Travel cabang ke-74 di kawasan Masjid Pantai Bali, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.

Peresmian kantor cabang ini berlangsung pada Ahad 23 Agustus 2026, dan menjadi bagian dari rangkaian diskusi panel serta monitoring berkelanjutan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pelaksana BPKH Dr. Fadlul Imansyah, Founder Gaido Group Muhammad Hasan Gaido, CEO Gaido Connected Muhammad Nur Akbar, serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di Jembrana dan Bali.

Bagi Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Firmansyah Dimmy, kehadiran Gaido Group yang bersamaan dengan Kepala BPKH di kawasan Masjid Pantai Bali memiliki makna lebih strategis daripada sekadar penambahan jaringan layanan perjalanan haji dan umrah.

Yello Harmoni Jakarta dengan Konsep Pengalaman Menginap dan Kuliner Ala Jepang

Menurutnya, keberadaan kantor cabang tersebut dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun ekosistem yang menghubungkan masjid, haji dan umrah, wisata religi, ekonomi syariah, UMKM, investasi, hingga perdagangan internasional.

โ€œKami bersyukur mendapatkan amanah ini. Kehadiran Gaido Group di Jembrana mudah-mudahan menjadi bagian dari ikhtiar membangun Masjid Pantai Bali sebagai masjid rahmatan lil alaminโ€”masjid yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,โ€ ujar Firmansyah dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (29/08/2026).

Dari Tempat Ibadah Menjadi Pusat Kemanfaatan

Masjid Pantai Bali tengah dikembangkan dengan gagasan bahwa masjid dapat memiliki fungsi yang lebih luas tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

Di kawasan ini telah dikembangkan berbagai fasilitas yang mendukung edukasi manasik haji, termasuk replika sejumlah tempat penting dalam rangkaian ibadah haji.

Konsep tersebut menjadikan Masjid Pantai Bali berkembang sebagai salah satu pusat edukasi dan manasik haji serta wisata religi di Bali.

Semarak Klapanunggal Culture Celebration 2026: Lestarikan Budaya dan Pererat Tali Silaturahmi Warga

Selain wisata religi, keunggulan Masjid Pantai Bali adalah wisata bahari dengan panorama sunset yang menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Ke depan, kawasan masjid juga diharapkan dapat mempertemukan aktivitas keagamaan dengan potensi masyarakat setempat melalui kuliner halal, produk UMKM, ekonomi kreatif, kerajinan, serta berbagai produk unggulan Jembrana dan Bali.

Dengan pendekatan tersebut, wisata religi tidak berhenti pada kunjungan ke sebuah bangunan masjid, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang menggabungkan ibadah, edukasi, budaya, ekonomi, dan interaksi sosial serta rekreasi.

Jembrana dan Peluang Wisata Religi Bali

Sebagai salah satu destinasi wisata dunia, Bali memiliki ekosistem pariwisata yang sangat kuat.

Kehadiran Masjid Pantai Bali menawarkan perspektif baru: menjadikan masjid sebagai salah satu simpul wisata religi ramah Muslim yang tetap menyatu dengan karakter sosial dan budaya lokal.

Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN Edukasi Warga Jurumudi Soal Keselamatan Listrik

Posisi Jembrana yang berada di bagian barat Pulau Bali juga memiliki potensi strategis sebagai salah satu pintu masuk pengembangan destinasi baru. Terlebih lagi dengan rencana pembangunan bandara, tol dan pelabuhan internasional.

Kawasan Masjid Pantai Bali diharapkan dapat menjadi tempat bertemunya wisatawan, jamaah, pelaku UMKM, komunitas, pengusaha, serta masyarakat lokal.

Dari sinilah kemudian muncul peluang yang lebih besar: menciptakan rantai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat multikultural.

Membuka Jembatan Baliโ€“Timur Tengah

Pengembangan Masjid Pantai Bali juga diarahkan untuk membuka konektivitas ekonomi yang lebih luas, termasuk peluang kerja sama dengan jaringan bisnis dan investor dari Timur Tengah.

Hasan Gaido menyampaikan bahwa “Gaido Group melihat Jembrana memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, antara lain pada sektor hospitality, kuliner halal, fasilitas kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan berbagai layanan pendukung wisata religi.”

Di sisi lain, peluang perdagangan juga menjadi perhatian. Produk halal dan produk ekonomi kreatif Bali memiliki kemungkinan untuk diperkenalkan ke pasar Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah.

Founder Gaido Group ini menambahkan, “Kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia yang jumlahnya besar, serta keberadaan komunitas masyarakat Indonesia di Arab Saudi, menjadi salah satu pasar yang dapat dijajaki secara bertahap.”

“Penguatan jaringan dengan berbagai mitra, termasuk BPKH Limited yang berbasis di Makkah, diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dan kerja sama yang lebih luas antara pelaku usaha di Bali dengan pasar global,” ujarnya.

UMKM Lokal Harus Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Ekosistem 5E

Bagi YMPN, pembangunan ekosistem wisata religi tidak akan bermakna apabila masyarakat sekitar hanya menjadi penonton.

Karena itu, keterlibatan nelayan, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, pengrajin, pelaku kuliner, komunitas, dan generasi muda Jembrana menjadi bagian penting dari arah pengembangan kawasan.

Masjid diharapkan dapat menjadi hub ekonomi masyarakat, tempat produk lokal mendapatkan ruang, pelaku usaha memperoleh akses pasar, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat kegiatan spiritual, tetapi juga sebagai pusat Ekosistem 5 E (edukasi, ekonomi, ekologi, empati, dan rekreasi/entertain) yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Peresmian Gaido Travel Cabang Jembrana juga memperlihatkan adanya dukungan dari berbagai unsur masyarakat.

Hadir antara lain Kartono, Kepala Pelabuhan Internasional Pengambengan; Agung Wibowo dari DMI Kabupaten Jembrana; tokoh sejarah Islam Bali Eka Sabhara; Sishadi dari DKM Masjid Agung Jembrana; Guru Teladan Nasional Ahmad Yazid; Arief Dharmawan dari DKM Masjid Pantai Bali; serta pengusaha sarung tenun Jembrana, Irvan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kawasan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

YMPN dan Gaido Group membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, investor, serta masyarakat untuk membangun sebuah model yang dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Gaido Group Memperluas Jejak di Bali

Gaido Group yang didirikan Muhammad Hasan Gaido pada 18 Februari 2003 kini telah memasuki perjalanan lebih dari dua dekade (23 tahun) dalam mengembangkan berbagai layanan yang berkaitan dengan haji khusus, umrah, wisata religi, dan ekosistem usaha pendukungnya.

Pembukaan cabang ke-74 di Jembrana menjadi bagian dari perluasan jaringan sekaligus momentum untuk membangun model kolaborasi baru berbasis kawasan masjid.

Bagi Jembrana, kehadiran Gaido Group di Masjid Pantai Bali diharapkan tidak hanya menghadirkan layanan perjalanan haji dan umrah, tetapi juga menjadi awal dari hubungan yang lebih luas antara Jembrana, Bali, Indonesia, dan pasar global.

โ€œMohon dukungan dan doa agar amanah ini dapat berjalan dengan baik. Kita ingin membangun masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga hidup dengan ilmu, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan, dan berbagai aktivitas positif masyarakat,โ€ kata Firmansyah.

Ia menambahkan, cita-cita akhirnya adalah menjadikan Masjid Pantai Bali sebagai salah satu contoh bahwa masjid dapat menjadi pusat peradaban yang menghadirkan keberkahan bagi masyarakat dan lingkungannya. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom