RUZKA INDONESIA โ PT PLN (Persero) terus mendukung inisiatif Pemerintah dalam menghadirkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) pada agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu 26 Agustus 2026.
Dalam agenda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan selama ini pengembangan PSEL menghadapi hambatan regulasi dan perizinan sehingga proyek waste to energy berjalan lambat.
โKalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua proyek. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga aturan,โ ujar Zulkifli.
Menurutnya, percepatan penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah mengawal program dan menyelesaikan hambatan, sementara pembangunan dan proses bisnis dijalankan sesuai perannya masing-masing.
PSEL Bekasi Tangani 70% Sampah Kota
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi langkah penting mempercepat penanganan sampah. Ia juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir merinci, PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mampu menangani lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 70 persen timbulan sampah terolah di Kota Bekasi.
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun ini juga diproyeksikan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90 persen, enciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau, dan engurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton.
“Peresmian Pembangunan PSEL menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Pandu.
PLN Serap 223.584 MWh untuk 55 Ribu Rumah Tangga
Dari sisi energi, PSEL Kota Bekasi memiliki kapasitas netto 27,4 MW. Fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 223.584 megawatt hour (MWh) listrik per tahun.
Dengan asumsi konsumsi rata-rata pelanggan rumah tangga 450 VA, jumlah tersebut setara dengan kebutuhan listrik sekitar 55 ribu rumah tangga.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan listrik yang dihasilkan PSEL Kota Bekasi akan disalurkan kembali untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.
โDemand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini, kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,โ ujar Darmawan.
Darmawan menegaskan tujuan utama PSEL adalah lingkungan yang bersih. Listrik merupakan produk sampingan dari proses tersebut.
โJadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,โ tutup Darmawan. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com












