Komunitas Lingkungan
Beranda ยป Berita ยป Program Alokasi Dana RW, Pemkot Depok Dukung Keberadaan Kapung Cabai

Program Alokasi Dana RW, Pemkot Depok Dukung Keberadaan Kapung Cabai

Wali Kota Depok, Supian Suri dan istri Siti Barkah Hasanah saat meresmikan Kampung Cabe di RW 08, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Selasa (21/07/2026). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengungkapkan salah satu inovasi yang akan didorong melalui program alokasi Rp300 juta untuk setiap RW, yakni pembentukan Kampung Cabai di seluruh wilayah di Kota Depok.

Adapun pogram tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri sekaligus mengurangi dampak gejolak harga di pasaran.

Sejak awal pengalokasian dana RW, Pemkot Depok sengaja memberikan keleluasaan kepada setiap wilayah untuk menentukan program yang paling dibutuhkan masyarakat.

“Saya dari awal menjanjikan alokasi anggaran Rp300 juta per RW, saya belum tahu nanti kemanfaatannya buat apa. Karena yang lebih tahu kebutuhan lingkungannya adalah Pak RW bersama jajaran RT,” ujar Wali Kota Depok Supian Suri, Selasa (21/07/2026).

Menurut Supian dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, baik pembangunan infrastruktur maupun program pemberdayaan masyarakat.

Rusak Ruang Hidup Nelayan, JagaTani Tuntut Pencabutan Permanen IUP di Teluk Kelabat Babel

“Pemanfaatannya pertama bisa untuk infrastruktur, seperti drainase, Posyandu, atau kebutuhan lainnya. Kemudian di luar infrastruktur juga bisa untuk program-program yang memang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Salah satu program yang kini mulai disiapkan adalah Kampung Cabai, yang akan dibiayai melalui dana RW agar setiap lingkungan memiliki budidaya cabai sendiri.

“Ke depan kita sudah mengalokasikan ada namanya Kampung Cabai dari dana RW itu. Bagaimana semua RW punya tanaman cabai sehingga tidak lagi ribut-ribut cabai mahal,” ungkap Supian.

Nilai Ekonomi

Ia menilai, jika setiap RW mampu memproduksi cabai sendiri, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpeluang memperoleh nilai ekonomi apabila hasil panennya melimpah.

“Kalau nanti kita sudah punya cabai banyak seperti begini, mau harga cabai berapa pun di luar, kalau bisa dijual ya syukur. Kalau tidak dijual, kita enggak perlu keluar uang untuk beli cabai,” tutur Supian.

KNPI Kabupaten Majalengka Cetak Sejarah, Pengurus 26 Kecamatan Dilantik Serentak

Meski nilai anggarannya dinilai tidak terlalu besar, Supian Suri optimistis program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini menjadi bagian dari ikhtiar. Nominalnya mungkin tidak terlalu besar, tetapi mudah-mudahan punya kemanfaatan yang besar,” pungkas Supian. (***)

Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Klub LCC akan Mendirikan Sekolah Catur di Depok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom