RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kembali menggelar High Level Meeting (HLM) kedua di tahun 2026, di Balai Kota Depok, Kamis (11/06/2026).
Diskusi kali ini cukup menarik karena mengangkat tema Sinergi Pengendalian Inflasi dan Perlindungan Daya Beli Masyarakat Sebagai Fondasi Ketahanan Ekonomi Kota Depok.
Adapun tema dipilih sebagai respon atas berbagai dinamika ekonomi global, nasional, dan daerah yang masih diwarnai oleh ketidakpastian.
“Ini juga sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat,โ ujar Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Depok, Nani Zara.
Menurut Nani, harga merupakan salah satu syarat utama bagi terjaganya daya beli masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk itu, inflasi perlu dikendalikan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi di Kota Depok.
Pengendalian Inflasi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok per Mei 2026, Inflasi Year on Yeay 2,88 persen sedangkan month to month 0,30 persen.
Tantangan pengendalian inflasi, lanjut Nani, masih memerlukan perhatian yang serius terutama dari kelompok pangan bergejolak (volatile food).
Karena faktor cuaca, distribusi, pasokan, dan ekspektasi harga masyarakat masih menjadi determinan utama pembentukan inflasi di daerah.
โKondisi ini juga membawa dampak ke Depok sebagai bagian dari kawasan Aglomerasi Jabodetabek yang memiliki karakteristik ekonomi berbasis jasa, perdagangan, konsumsi rumah tangga, pendidikan, dan ekonomi perkotaan,โ ungkap Nani.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan pengendalian inflasi, tetapi juga perlindungan daya beli masyarakat.
Ketika harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan, kelompok masyarakat berpendapatan rendah menjadi kelompok yang paling terdampak.
โMaka dari itu upaya menjaga stabilitas harga harus berjalan beriringan dengan strategi perlindungan daya beli masyarakat,โ tegas Nani.
Dalam acara ini, ada tiga narasumber yang memberikan pencerahan untuk TPID Kota Depok agar dapat merumuskan kebijakan yang tepat dalam upaya mengendalikan inflasi ke depannya.
Di antaranya, Badan Pusat Statistik Kota Depok, Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (Jabar). (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar