RUZKA INDONESIA — Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sering kali dipandang sebagai kabar kurang menggembirakan bagi perekonomian.
Kenaikan dolar memang dapat berdampak pada meningkatnya harga barang impor dan biaya produksi bagi sejumlah sektor usaha yang masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri.
Namun di balik tantangan tersebut, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang bergerak pada sektor produk lokal dan memiliki potensi pasar ekspor.
Menurut Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, Indonesia sudah mengalami banyak krisis ekonomi,
Kondisi nilai tukar dolar yang menguat dapat menjadi momentum bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produknya, baik di pasar domestik maupun internasional.
โBanyak orang melihat kenaikan dolar hanya dari sisi negatifnya. Padahal bagi UMKM yang menggunakan bahan baku lokal dan memiliki akses ke pasar ekspor, kondisi ini justru bisa menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar,โ ujar Binton yang cukup berpengalaman sebagai pegawai Bank BUMN selama 30 tahun.
Menurut Binton, ketika dolar menguat terhadap rupiah, harga produk Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi pembeli dari luar negeri. Kondisi tersebut dapat meningkatkan daya tarik produk-produk UMKM Indonesia di pasar internasional.
โProduk lokal yang berkualitas memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar ekspor. Dengan kurs dolar yang lebih tinggi, nilai penjualan ekspor dalam rupiah juga berpotensi meningkat sehingga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha,โ ungkapnya.
Binton menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak produk UMKM yang diminati pasar global, mulai dari produk makanan dan minuman, kerajinan tangan, fesyen, produk kreatif, hingga hasil pertanian dan perikanan.
Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal melalui peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran digital, serta perluasan akses pasar internasional.
“UMKM Indonesia memiliki kreativitas dan kualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pasar agar peluang ekspor semakin terbuka,โ jelasnya.
Selain peluang ekspor, ia menilai bahwa menguatnya dolar juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.
Ketika harga barang impor mengalami kenaikan, produk lokal memiliki kesempatan untuk menjadi pilihan utama konsumen.
โIni menjadi momentum yang baik bagi pelaku UMKM. Masyarakat dapat lebih banyak menggunakan produk lokal yang kualitasnya juga semakin baik. Dengan begitu, perputaran ekonomi dalam negeri akan semakin kuat,โ terang Binton.
Meski demikian, Binton mengakui bahwa tidak semua UMKM mendapatkan manfaat langsung dari kenaikan dolar.
Tantangan
Pelaku usaha yang masih mengandalkan bahan baku impor tentu menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya produksi.
“Saya mendorong pemerintah untuk terus memperkuat industri bahan baku dalam negeri agar UMKM tidak terlalu bergantung pada produk impor. Kita harus memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Semakin banyak bahan baku yang dapat diproduksi di dalam negeri, maka UMKM akan semakin kuat menghadapi fluktuasi nilai tukar,โ paparnya.
Lanjut Binton, sebagai penggiat UMKM, Binton juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan melalui akses pembiayaan, pelatihan ekspor, digitalisasi usaha, dan promosi produk lokal agar UMKM mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang ada.
UMKM merupakan sektor yang terbukti mampu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
โUMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Ketika UMKM berkembang, maka lapangan kerja bertambah, pendapatan masyarakat meningkat, dan ekonomi daerah ikut tumbuh,โ katanya.
Ia mengajak para pelaku UMKM untuk tidak hanya fokus pada tantangan yang muncul akibat kenaikan dolar, tetapi juga melihat peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
Inovasi, kualitas produk, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci utama agar UMKM mampu bersaing dalam kondisi ekonomi apa pun.
โPelaku UMKM harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan pasar. Jangan hanya melihat tantangan, tetapi lihat juga peluang yang muncul. Dengan semangat dan kreativitas, UMKM Indonesia bisa tumbuh lebih kuat,โ ungkap politisi dari partai PSI ini.
Binton menyampaikan optimisme bahwa UMKM Indonesia memiliki masa depan yang cerah apabila mendapatkan dukungan yang tepat dan mampu memanfaatkan momentum ekonomi yang ada.
โKenaikan dolar memang membawa tantangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi UMKM. Saya yakin dengan kualitas produk yang semakin baik, dukungan pemerintah, dan semangat para pelaku usaha, UMKM Indonesia akan terus menjadi kekuatan utama ekonomi nasional dan mampu bersaing di pasar global,โ pungkas Binton. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com





Komentar