Nasional Sekolah
Beranda ยป Berita ยป Puji Sekolah Swasta Gratis, Senator Pantau Perda Pendidikan di Jakarta

Puji Sekolah Swasta Gratis, Senator Pantau Perda Pendidikan di Jakarta

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menilai Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan merupakan salah satu perda pendidikan yang cukup progresif dan visioner di Indonesia. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menilai Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan merupakan salah satu perda pendidikan yang cukup progresif dan visioner di Indonesia. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Berbagai terobosan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sektor pendidikan, khususnya kebijakan sekolah swasta gratis yang dinilai sebagai salah satu langkah progresif dalam memperluas akses pendidikan masyarakat, mendapat apresiasi Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris.

โ€œKebijakan sekolah swasta gratis merupakan salah satu terobosan pendidikan paling progresif yang dimiliki Jakarta saat ini. Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus menempatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam pelayanan pendidikan,โ€ ujar Fahira Idris di sela Rapat Kerja (Raker) Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Perda dan Perda Penyelenggaraan Pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, di Jakarta, Rabu (13/05/2026).

Fahira Idris menilai Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan merupakan salah satu perda pendidikan yang cukup progresif dan visioner di Indonesia. Selain mengatur sekolah swasta gratis, perda tersebut juga dinilai lebih maju dalam aspek pendidikan inklusif, pendidikan berbasis teknologi, hingga penguatan pendidikan karakter.

โ€œSaya melihat Jakarta tidak hanya fokus pada perluasan akses pendidikan, tetapi juga mulai membangun fondasi pendidikan masa depan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan,โ€ kata Fahira Idris.

Meski demikian, Senator Jakarta ini menilai penguatan tata kelola program tetap perlu dilakukan agar program sekolah swasta gratis berjalan semakin sehat dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan beberapa rekomendasi agar program sekolah swasta gratis dan penyelenggaraan pendidikan di Jakarta semakin kuat dan berkelanjutan.

Spesialis Curanmor Depok Dibekuk! 6 Pelaku Ditangkap, Polisi Sita 11 Kendaraan Curian

Pertama, memperkuat sistem pengawasan program sekolah swasta gratis, termasuk menghadirkan kanal pengaduan publik yang mudah diakses serta mekanisme audit berbasis risiko untuk memastikan implementasi sekolah swasta benar-benar sesuai tujuannya.

Kedua, memperkuat kemitraan antara pemerintah dan sekolah swasta karena menurut Fahira Idris, sekolah swasta telah menjadi bagian penting dalam memenuhi hak pendidikan masyarakat Jakarta.

Ketiga, mempercepat pemerataan mutu pendidikan antarwilayah melalui penguatan distribusi kualitas guru, pemerataan fasilitas pendidikan, dan optimalisasi Zona Layanan Satuan Pendidikan (ZLSP).

Keempat, memperkuat kesiapan pendidikan Jakarta menghadapi tantangan masa depan, terutama terkait pendidikan inklusif, literasi digital, kecerdasan buatan (AI), kesehatan mental peserta didik, serta pencegahan bullying digital.

Selain sekolah swasta gratis, Fahira Idris juga menyoroti pentingnya mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah di Jakarta. Menurut Fahira Idris, tantangan pendidikan Jakarta saat ini bukan lagi sekadar akses, tetapi memastikan pemerataan kualitas pendidikan.

Komisi III DPRD Majalengka Soroti Minimnya Armada Sampah dan Anggaran DLH

โ€œJakarta memiliki banyak sekolah unggulan, tetapi kita juga perlu memastikan tidak ada ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah maupun antarsekolah. Karena itu penguatan pemerataan kualitas guru, fasilitas pendidikan, dan Zona Layanan Satuan Pendidikan menjadi penting,โ€ kata Fahira Idris yang juga seorang pemerhati pendidikan ini.

Selain itu, Fahira Idris juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, Jakarta memiliki peluang besar menjadi model nasional kota ramah pendidikan inklusif jika didukung penguatan guru pendamping, sarana pendidikan, dan layanan yang merata.

Di sisi lain, Fahira Idris mengingatkan bahwa tantangan pendidikan Jakarta ke depan juga berkaitan dengan perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), termasuk dampaknya terhadap kesehatan mental peserta didik. Menurutnya, pendidikan Jakarta ke depan bukan hanya soal akademik, tetapi bagaimana membangun generasi yang adaptif terhadap teknologi, sehat secara mental, dan memiliki karakter yang kuat.

Di antaranya literasi digital, etika AI, layanan konseling, hingga pencegahan bullying digital harus menjadi perhatian serius.

โ€œHarapannya, Jakarta tidak hanya menjadi kota dengan fasilitas pendidikan terbaik, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pendidikan modern tetap dibangun dengan semangat keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat,โ€ tandas Fahira Idris. (***)

Truk Mogok Bikin Macet Parah di Garut, Polisi Turun Tangan Evakuasi di Tengah Antrean Panjang

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

Sorotan






Kolom