RUZKA INDONESIA — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menjadi tuan rumah acara puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 pada Sabtu (02/05/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan World Immunization Week yang diprakarsai World Health Assembly (WHA) sejak 2012 oleh lebih dari 180 negara setiap akhir April.
Tentu dengan mengusung tema global โFor Every Generation, Vaccines Workโ dan tema nasional Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia.
PID 2026 menekankan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan optimal bagi seluruh kelompok usia dari berbagai penyakit berbahaya.
Dekan FKM UI, Prof. Dr. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., menyoroti tren penurunan cakupan imunisasi nasional.
Data menunjukkan imunisasi bayi lengkap turun dari 95,4 persen pada 2023 menjadi 87,8 persen pada 2024, dan lebih turun lagi ke 80,2 persen pada tahun 2025.
Penurunan ini berimbas pada meningkatnya kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat tercegah dengan imunisasi (PD3I), seperti campak, dan pertusis.
Adapun kekhawatiran tersebut turut memperparah kenaikan signifikan jumlah anak dengan status belum menerima imunisasi dasar (zero dose).
โKita menghadapi tantangan struktural seperti keterbatasan anggaran dan distribusi vaksin, serta tantangan sosial berupa rendahnya literasi kesehatan dan maraknya disinformasi mengenai
vaksin,โ ujar Prof. Indri.
Tingkatkan Cakupan Imunisasi
Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, M.A menegaskan perlunya komitmen bersama untuk meningkatkan cakupan imunisasi
pascapandemi COVID-19.
“Fokus dan sumber daya kesehatan yang sebelumnya terserap untuk penanganan pandemi harus kembali kepada program imunisasi,” ungkapnya.
Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri Yogyaswastri, MARS., menambahkan bahwa PID 2026 melibatkan masyarakat, mitra swasta, dan pemangku kepentingan kesehatan.
“Saya berharap kegiatan ini mendorong upaya bersama menekan risiko KLB penyakit yang dapat tercegah oleh vaksin,” harapnya.
Sementara itu, Deputy Representative UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, turut hadir dalam agenda ini dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi strategis banyak pihak akan
menghadirkan beragam sumber daya dan solusi,” terangnya.
UNICEF terus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan, tenaga kesehatan, akademisi, serta keluarga untuk mendukung keberhasilan imunisasi.
Investasi Jangka Panjang
Perwakilan WHO Indonesia, dr. Alifia, mengingatkan bahwa imunisasi adalah investasi jangka panjang.
Dia menyoroti masih tingginya jumlah anak yang belum menerima imunisasi sama sekali, termasuk di wilayah perkotaan.
Acara PID 2026 di FKM UI mengemasnya dengan kegiatan edukatif dan interaktif, seperti fun walk, pojok imunisasi, interactive booth.
Lalu, penyampaian orasi bertema โPerspektif Islam dalam Perlindungan Kesehatan Anakโ, serta pemberian penghargaan kepada pemenang lomba PID.
Dekan FKM UI menegaskan mahasiswa kesehatan dan komunikasi memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menyampaikan informasi berbasis data dan melawan misinformasi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan PID 2026, FKM UI bersama mitra berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa imunisasi bukan hanya perlindungan individu, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi masa depan Indonesia.
Literasi Kesehatan
Sebagai sentra pengembangan ilmu pengetahuan, UI terus bersinergi dengan berbagai stakeholder, seperti pemerintah, organisasi internasional.
Lalu, tenaga kesehatan, akademisi, media, hingga komunitas masyarakat untuk membangun literasi kesehatan yang kokoh dan melawan disinformasi.
Kolaborasi multi-stakeholder ini menjadi fondasi penting agar pesan imunisasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia, sehingga tercipta ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.
Dengan komitmen tersebut, UI menegaskan perannya bukan hanya sebagai tuan rumah acara, tetapi juga sebagai motor penggerak kesadaran publik bahwa imunisasi adalah bagian integral dari pembangunan manusia dan investasi bagi masa depan bangsa. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com




















Komentar