RUZKA INDONESIA — Jelang lebaran Idul Fitri, para Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Depok mendapat pesan ancaman teror via whatsapp (WA) dari orang yang mengaku wartawan dengan meminta trasferan sebesar Rp 500 ribu.
“Tak hanya saya, kepala sekolah lain juga dapat pesan WA tersebut,” kata Kepsek SMAN 6 Kota Depok, Usep Kasman saat menghubungi redaksi, Senin (08/03/2026).
Pesan WA yang disampaikan juga ‘menjual-jual’ nama instansi Kejaksaan dengan akan melaporkan adanya temuan penyalahgunaan uang bantuan operasional sekolah (BOS).
“Assalamualaikum Pak Usep Kasman, ks SMAN 6 depok. Dgn Agus dr wartawan media lentera. Sy hanya minta tolong pak. No gopay 081374341292 an periyanto. Tolong dikirim ke gopay 500 rb. Jgn TDK kirim pak. Karena obat rasa kecewa, ini esok ada obatnya esok. Kalau TDK dikirim saya cari kesalahan anda sebagai ks. Besok dana anggaran dana BOS anda saya naikan kejaksaan besok,” begitu itu pesan yang tertulis dalam beberapa kali pesan WA.
Beredarnya pesan WA tersebut cukup meresahkan para Kepsek di Kota Depok yang merasa tidak mengenal pengirim pesan yang mengaku-ngaku wartawan tersebut. Para Kepsek diminta untuk membuat laporan ke aparat kepolisian untuk ditindak perihal pidananya. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar