Nasional
Beranda » Berita » Jamiluddin Ritonga: 10 Menteri dan Kepala Badan Kabinet Merah Putih Layak Di-reshuffle

Jamiluddin Ritonga: 10 Menteri dan Kepala Badan Kabinet Merah Putih Layak Di-reshuffle

Dari 10 nama ini, sebagian memang kerap disuarakan pengamat dan masyarakat untuk di-reshuffle dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meraih minus tertinggi (-151). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Dari 10 nama ini, sebagian memang kerap disuarakan pengamat dan masyarakat untuk di-reshuffle dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meraih minus tertinggi (-151). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA – Ada rumor Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinetnya pada Februari 2026.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta melihat rumor itu diharapkan memang jadi kenyataan. Menurutnya, secara objektif beberapa menteri memang dinilai masyarakat kinerjanya rendah.

“Hal itu setidaknya tercermin dari beberapa hasil survei terakhir. Bahkan Center of Economic and Law Studied (CELIOS) pernah merilis delapan nama menteri dan dua kepala badan layak di-reshuffle karena dinilai memiliki minerja terburuk,” ungkap M Jamiluddin Ritonga kepada RUZKA INDONESIA, Ahad (25/01/2026).

Delapan menteri dan dua kepala badan itu adalah Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral), Dadan Hindayana (Kepala Badan Gizi Nasional), Natalius Pigai (Menteri Hak Asasi Manusia), Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan), Fadli Zon (Menteri Kebudayaan), Widiyanti Putri Wardhana (Menteri Pariwisata), Zulkifli Hasan (Menko Bidang Pangan), Budiman Sudjatmiko (Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan), Yandri Susanto (Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal), serta Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang).

“Ke-10 nama itu dinilai minus oleh CELIOS, dengan minus tertinggi diperoleh Bahlil (-151). Dari 10 nama ini, sebagian memang kerap disuarakan pengamat dan masyarakat untuk di-reshuffle. Karena itu, 10 nama itu kiranya memang layak dipertimbangkan untuk di-reshufflle,” imbuhnya.

Dukung Kapolri dan DPR, Sahabat Presisi Surati Presiden Prabowo Soal Kedudukan Polri

Menurut Jamil, Presiden Prabowo dalam melakukan reshuffle idealnya mengacu pada kinerja, integritas, dan kompetensi, bukan karena faktor kedekatan atau hanya untuk pembagian kekuasaan.

“Kalau itu yang dijadikan acuan, seharusnya Prabowo tak takut me-reshuffle menteri yang juga ketua umum partai, seperti Bahlil dan Zulhas. Prabowo juga harus legowo me-reshuffle menteri yang satu partai dengannya, seperti Fadli Zon dan Budiman Sudjatmiko,” jelas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Kalau hal itu dilakukan Prabowo, barulah reshuffle akan dapat meningkatkan kinerja kabinetnya. Tapi bila tidak, reshuffle kabinet hanya tambal sulam yang tidak berdampak pada kinerja kabinet dalam mensejahterakan rakyat.

“Jadi, reshuffle kabinet seharusnya sudah menjadi keniscayaan yang pro rakyat. Rakyat menanti reshuffle yang membawa manfaat baginya, bukan manfaat bagi elite,” tandas Jamil. (***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Polres Garut Gelar Shalat Gaib, Doakan Dua Personel Polres Cimahi yang Gugur Saat Tugas Kemanusiaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

03

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

04

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

05

Depok Bebas Kabel Udara, Kali Ini Jalan Serua Diterbitkan

06

Awak Media Apresiasi Dedikasi Kepolisian Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Garut

07

Indosat Konektivitaskan ‘Lidah Menari-nari’ Dapoerinduu, Sajikan Brownies Sehat Bercitarasa Cokelat Keju

Sorotan






Kolom