Nasional
Beranda » Berita » Meningkatnya Adopsi AI dan Cloud Tak Diikuti Infrastruktur Perusahaan

Meningkatnya Adopsi AI dan Cloud Tak Diikuti Infrastruktur Perusahaan

Semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan dan layanan cloud, semakin banyak perusahaan memiliki sistem yang tumbuh secara parsial seiring kebutuhan bisnis, namun belum dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. (Ilustrasi: Feepik)
Semakin berkembangnya teknologi kecerdasan buatan dan layanan cloud, semakin banyak perusahaan memiliki sistem yang tumbuh secara parsial seiring kebutuhan bisnis, namun belum dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. (Ilustrasi: Feepik)

RUZKA INDONESIA – Semakin banyak teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan layanan cloud diadopsi oleh perusahaan di Indonesia. Berbagai sektor industri mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, hingga menghadirkan inovasi layanan berbasis data.

Di sisi lain, penggunaan cloud juga terus meningkat seiring kebutuhan bisnis terhadap sistem yang fleksibel, skalabel, dan mudah diintegrasikan.

Namun, di balik tren positif tersebut, masih terdapat tantangan mendasar yang dihadapi banyak perusahaan, yaitu kesiapan infrastruktur teknologi informasi. Peningkatan adopsi AI dan cloud belum sepenuhnya diimbangi dengan fondasi infrastruktur yang kuat, terintegrasi, dan aman.

Kondisi ini berpotensi menghambat optimalisasi teknologi sekaligus menimbulkan risiko baru bagi operasional bisnis.

Direktur PT Nusa Network Prakarsa, Edward, menjelaskan bahwa banyak perusahaan terlalu fokus pada implementasi teknologi terkini tanpa memastikan kesiapan infrastruktur pendukungnya. Menurutnya, AI dan cloud bukan sekadar soal aplikasi atau platform, melainkan membutuhkan ekosistem teknologi yang matang dari sisi jaringan, keamanan, hingga tata kelola data.

Di Tengah Puing dan Harapan, Relawan TRAMP Bangun Hunian untuk Warga Garoga Tapsel

“Banyak perusahaan ingin segera mengadopsi AI dan cloud karena melihat potensi bisnisnya. Namun, fondasi infrastrukturnya seringkali belum siap. Jaringan belum terintegrasi dengan baik, sistem keamanan masih terfragmentasi, dan data tersebar di berbagai platform,” ujar Edward dalam keterangannya, Jumat (02/02/2025).

Edward menegaskan, penerapan AI dan cloud tidak bisa dilakukan secara instan. Perusahaan perlu membangun infrastruktur teknologi secara bertahap dan terencana.

Infrastruktur jaringan yang andal, arsitektur sistem yang tepat, serta keamanan siber yang kuat menjadi elemen krusial agar teknologi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Selain itu, integrasi data juga menjadi tantangan utama. AI sangat bergantung pada kualitas dan konsistensi data.

Jika data masih tersimpan dalam silo atau tidak dikelola dengan standar yang sama, maka hasil analisis dan automasi yang dihasilkan AI tidak akan maksimal. “Tanpa integrasi data yang baik, AI justru berpotensi menghasilkan insight yang keliru dan berdampak pada keputusan bisnis,” imbuh Edward.

Kapolres Garut Perkuat Sinergi dengan MUI dan Ponpes As Sa’adah

Kondisi ini masih sering ditemui di berbagai industri, mulai dari manufaktur, properti, hingga sektor jasa. Banyak perusahaan memiliki sistem yang tumbuh secara parsial seiring kebutuhan bisnis, namun belum dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.

Akibatnya, ketika teknologi AI dan cloud diterapkan, muncul berbagai kendala teknis dan operasional.

Sebagai perusahaan system integrator, PT Nusa Network Prakarsa melihat tantangan ini sebagai peluang untuk membantu perusahaan memperkuat fondasi digitalnya. Nusa Network Prakarsa menyediakan solusi end-to-end yang mencakup network infrastructure, security infrastructure, data center, cloud integration, hingga managed services.

Pendekatan menyeluruh ini bertujuan memastikan setiap teknologi yang diadopsi berjalan di atas infrastruktur yang stabil, aman, dan siap berkembang.

Edward menekankan bahwa transformasi digital seharusnya dimulai dari perencanaan arsitektur teknologi yang matang. “AI dan cloud akan memberikan nilai maksimal jika didukung oleh desain infrastruktur yang tepat sejak awal. Mulai dari jaringan, keamanan, hingga integrasi sistem, semuanya harus dirancang sebagai satu kesatuan,” jelasnya.

Majalengka Mengusulkan SOR Baribis di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah

Melalui pengalaman lebih dari satu dekade, PT Nusa Network Prakarsa berkomitmen menjadi mitra strategis bagi perusahaan dalam membangun dan mengelola infrastruktur teknologi yang siap menghadapi era AI dan cloud. Dengan pendekatan konsultatif dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, perusahaan dapat menjalani transformasi digital secara lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai perusahaan system integrator terkemuka di Indonesia, PT Nusa Network Prakarsa memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam menghadirkan solusi teknologi inovatif bagi berbagai sektor industri. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai mitra terpercaya dalam integrasi sistem, PT Nusa Network Prakarsa berkomitmen untuk menyediakan solusi teknologi canggih yang mendorong pertumbuhan dan transformasi bisnis. (***/Hop)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *