Kolom
Beranda » Berita » Selembut Kasih Sastra

Selembut Kasih Sastra

Buku Wonderworks: The 25 Most Powerful Inventions in the History of Literature. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA) 
Buku Wonderworks: The 25 Most Powerful Inventions in the History of Literature. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Sastra bagi seorang muslim saya kira harus begitu akrab, harus begitu dekat. Tentu, bukan sastra yang sembarangan, bukan sastra yang serampangan. Tapi sastra yang berkenabian (profetik).

Sastra yang mendekatkan manusia pada rasa kemanusiaan, sastra yang mendekatkan manusia pada pembebasan keduniawian, sastra yang selalu mengingatkan manusia pada keabadian akhirat.

Singkat cerita, dengan selembut kasih sastra, menjadikan manusia benar-benar menjadi manusia, bukan yang lainnya.

Baca juga: Tes DNA Ridwan Kamil dan Lisa Mariana, Ini Hasilnya

Saya pembaca sastra, selalu mencoba dekat dengan sastra. Lewat sastra, saya mendapatkan ruang untuk menikmati dunia yang berbeda dari kehidupan nyata.

Catatan Cak AT: Corak Kita di Mata Marx

Memang, sastra di dalamnya rekaan semata. Tapi, saya belajar dari tokoh-tokoh yang dihadirkannya. Terutama, tentang bagaimana memandang hidup dengan cara yang berbeda. Di mana, di sana tentu ada andil penulisnya (pengarangnya).

Ia yang mungkin menulis sastra karyanya begitu lama, berpayah-payah. Saya tak pernah benar-benar tahu prosesnya. Saya tinggal menikmatinya saja.

Baca juga: Animasi Merah Putih dan Pertobatan Generasi

Konon, sebuah cerita dalam karya sastra adalah media yang sengaja dirancang olah kaum bijak pendahulu kita, termasuk para ulama, untuk mengurangi kecemasan, meringankan depresi, menyalakan kreativitas, memicu keberanian, hingga menghadapi berbagai tantangan psikologis lain untuk menjadi manusia seutuhnya.

Juga, tentu saja sebagai media agar manusia lebih dekat denganNya. Tentu, ini sebuah motivasi yang mulia.

Penduduk Miskin Kota Depok 2025: Angka Turun, Perut Warga Tetap Lapar

Dalam bukunya Wonderworks: The 25 Most Powerful Inventions in the History of Literature, (2021), Fletcher menyebut salah satu manfaat sastra, yakni membantu pembacanya melawan kesepian, bangkit dari kesedihan, ketenangan pikiran, dan keberanian menjalani hidup dengan kreativitas.

Baca juga: Catatan Cak AT: Omon-omon Serakahnomics

Membaca karya sastra, baik puisi ataupun prosa (cerita fiksi), bisa membangkitkan kegembiraan, empati, hingga keterhubungan dengan orang lain. Sebuah manfaat yang begitu beragam

Sementara itu, dalam otak manusia ada bagian yang disebut nukleus raphe dorsal (DRN), yaitu bagian berisi sekelompok neuron dopamin yang membantu manusia menghadapi kesepian dan mendorong seseorang berteman ketika bertemu orang lain.

Cerita sastra bisa mengaktifkan bagian DRN ini sehingga memudahkan seseorang untuk terhubung kembali atau bersosialisasi dengan masyarakat.

Catatan Cak AT: Gorok Digorok

Baca juga: Ada Pasha Ungu di Puncak Acara Hari Kemerdekaan di Depok Open Space

Selembut kasih sastra, bisa menjadi jawaban kehausan umat manusia akan problem eksistensial semacam itu. Tapi, apakah sastra hanya bermanfaat bagi pribadi semata?

Tentu tidak. Seperti yang saya singgung di awal, sastra profetik (berkenabian) atau lebih populernya kita sebut saja sastra profetika tak hanya punya fungsi dan manfaat praktis semacam itu.

Pesan-pesan dalam karya sastra profetika, semestinya tak hanya melulu berkutat pada kegunaan pribadi semata. Tapi, ia justru perlu melampaui diri.

Baca juga: Catatan Cak AT: Jual Chip, Setor Komisi

Artinya, sastra yang yang diperlukan adalah sastra yang membangun harapan, menguatkan solidaritas, kepedulian sosial, juga memihak kepada kaum yang lemah. Ia bukan sastra yang melulu hadirkan keindahan bahasa, tapi kosong akan isi.

Ia hadir dengan kata-kata yang menggerakkan pembaca. Pada akhirnya, pembaca sastra bisa menjadi pribadi yang terasah jiwa manusiawinya, bukan menjadi egois tanpa pedulikan nasib orang lain, juga punya dimensi keakhiratan yang kuat diwujudkan dengan amal-amal keberbagian dalam kehidupan. (***)

Penulis: Oleh: Yons Achmad/Kolumnis, tinggal di Depok

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

03

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

04

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

05

Depok Bebas Kabel Udara, Kali Ini Jalan Serua Diterbitkan

06

Awak Media Apresiasi Dedikasi Kepolisian Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Garut

07

Indosat Konektivitaskan ‘Lidah Menari-nari’ Dapoerinduu, Sajikan Brownies Sehat Bercitarasa Cokelat Keju

Sorotan






Kolom