RUZKA INDONESIA — Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Majalengka, H. Baya, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Nurul Barokah di Desa Kancana, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Rabu (03/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman, jajaran tokoh agama, unsur pemerintah daerah, serta ribuan santri dan masyarakat sekitar.
Pondok Pesantren Nurul Barokah yang berada di Desa Kancana, Kecamatan Cikijing, dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah berkembang dan menaungi berbagai jenjang pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, H. Baya menyampaikan apresiasinya kepada RUZKA INDONESIA terhadap kontribusi Pondok Pesantren Nurul Barokah dalam mencetak generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing.
Menurutnya, pesantren saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat Hari Lahir Pondok Pesantren Nurul Barokah. Semoga semakin maju, melahirkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar H. Baya.
Sinergi Pesantren dan Pemerintah Daerah
Ia menilai, sinergi antara pesantren, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi kreatif perlu terus diperkuat agar potensi santri dapat berkembang tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga pada sektor kewirausahaan dan industri kreatif.
“Pesantren memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Ke depan, pesantren harus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di daerah, mulai dari usaha berbasis digital, produk kreatif, hingga pengembangan UMKM yang berakar pada nilai-nilai keislaman,” katanya.
Sementara itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung keberadaan pesantren sebagai pilar pendidikan dan pembangunan karakter bangsa.
Peringatan Harlah Ponpes Nurul Barokah berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan keagamaan, doa bersama, serta penampilan para santri yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir.
H. Baya berharap momentum harlah tersebut menjadi penguat semangat kebersamaan antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun Majalengka yang religius, maju, dan sejahtera. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com




Komentar