Nasional
Beranda ยป Berita ยป Bupati Majalengka Nilai Walk Out PDIP di Paripurna Soal Dana Cadangan Tak Tepat Forum

Bupati Majalengka Nilai Walk Out PDIP di Paripurna Soal Dana Cadangan Tak Tepat Forum

Bupati Majalengka, Eman Suherman angkat bicara terkait Fraksi PDIP walkout usai paripurna. (Foto: Dok Eko Widiantoro

RUZKA INDONESIA — Bupati Majalengka Eman Suherman menilai aksi walk out yang dilakukan Fraksi PDI Perjuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka terkait pencabutan Peraturan Daerah Dana Cadangan Investasi sebagai dinamika politik yang semestinya diselesaikan di tingkat panitia khusus.

Menurut Eman, rapat paripurna yang digelar untuk pengambilan keputusan telah berlangsung sesuai mekanisme dan didasarkan pada kesepakatan bersama seluruh fraksi. Ia mengatakan, seluruh tahapan pembahasan telah dilalui sebelum keputusan diambil.

โ€œParipurna itu forum pengambilan keputusan, bukan lagi forum perdebatan teknis. Semua tahapan sudah dijalani,โ€ kata Eman, Selasa (16/12/2025)

Ia menyebut, keberatan Fraksi PDIP terutama berkaitan dengan kejelasan arah penggunaan dana cadangan yang dicabut. Namun, Eman menilai substansi tersebut merupakan ranah pembahasan panitia khusus (pansus), bukan kembali dipersoalkan di rapat paripurna.

Peringati World Rabies Day 2026, Pemkot Jaktim Sediakan Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Hewan Gratis

Pemerintah Kabupaten Majalengka, kata dia, telah menjelaskan rencana pembangunan daerah sekaligus alasan pencabutan dana cadangan dalam proses pembahasan sebelumnya. Bahkan, pansus telah melakukan konsultasi ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

โ€œHasil konsultasi ke Kemenkumham menyebutkan tidak diperkenankan adanya tambahan pasal yang mengatur secara spesifik arah penggunaan dana cadangan dalam perda,โ€ ujar Eman.

Karena itu, ia mempertanyakan alasan isu tersebut kembali diangkat dalam rapat paripurna. Menurut Eman, apabila terdapat perbedaan pandangan, seharusnya disampaikan dalam forum pansus atau melalui mekanisme konsultasi lanjutan ke Kemenkumham.

Eman juga menegaskan bahwa pembahasan rancangan peraturan daerah tersebut telah diikuti oleh seluruh unsur DPRD, termasuk Fraksi PDIP. Bahkan, sebagian anggota fraksi tersebut disebut telah menandatangani hasil pembahasan pansus, meski ada satu anggota yang tidak membubuhkan tanda tangan.

โ€œArtinya fraksi itu terlibat dalam seluruh prosesnya. Keputusan ini bukan keputusan sepihak,โ€ katanya.

Ribuan Serdang Korban Kebakaran Tinggal di Pengungsian, PWI Babel Bantu Kebutuhan Anak dan Perempuan

Meski demikian, Eman mengaku tidak mempersoalkan aksi walk out tersebut. Ia menilai sikap Fraksi PDIP sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan bentuk pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah.

โ€œDalam demokrasi, perbedaan sikap itu wajar. Yang penting, mekanisme tetap dijalankan,โ€ ujarnya.

Terkait kekhawatiran penggunaan dana cadangan, Eman menjelaskan bahwa dana sebesar Rp173,4 miliar yang dicabut dari perda tidak serta-merta digunakan. Dana tersebut akan masuk ke kas daerah dan baru dapat dimanfaatkan melalui mekanisme Perubahan APBD 2026.

Penggunaan dana itu, kata dia, akan dibahas kembali bersama DPRD, termasuk Badan Anggaran, melalui musrenbang perubahan serta pembahasan KUA-PPAS perubahan.

Langkah pencabutan dana cadangan itu juga, menurut Eman, merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan. Ia menyebut adanya kekhawatiran dana yang terlalu lama mengendap berpotensi ditarik kembali oleh pemerintah pusat.

Diduga Dipicu Sakit Hati, Polres Garut Tangkap Pelaku Penembakan Pelajar di Sukawening

โ€œSekarang pengelolaan keuangan daerah diawasi sangat ketat. Dana yang mengendap terlalu lama justru berisiko,โ€ kata Eman.

Ia memastikan rapat paripurna telah memenuhi kuorum dan keputusan diambil secara sah sesuai ketentuan perundang-undangan.

Eman menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Menurut dia, perbedaan pandangan seharusnya bermuara pada kepentingan publik.

โ€œPemerintah daerah dan DPRD seharusnya berjalan bersama untuk pelayanan masyarakat,โ€ ujarnya. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

06

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

07

Komunitas Bakul Budaya Meriahkan Pembukaan Pameran Arsip Bagong Kussudiardja

Sorotan



Yogi Kurniawan, dari Suporter Jadi CEO Klub




Kolom