Mancanegara
Beranda ยป Berita ยป Gara-Gara Pemilu, Negara Lain Dilarang Berkunjung ke Kiribati

Gara-Gara Pemilu, Negara Lain Dilarang Berkunjung ke Kiribati

Seorang warga memancing di jembatan yang ada di Tarawa atol, Kiribatu, beberapa waktu lalu. (Foto: Richard Vogel/AP)
Seorang warga memancing di jembatan yang ada di Tarawa atol, Kiribatu, beberapa waktu lalu. (Foto: Richard Vogel/AP)

WELLINGTON โ€“ Pemerintah Kiribati mengumumkan aturan ekstrem, Kamis (22/8/2024). Negara mungil di Kepulauan Pasifik ini melarang semua kunjungan diplomatik dari negara lain hingga 2025. Alasannya, mereka tidak ingin diganggu karena sedang dalam proses persiapan pemilihan umum (pemilu).

Dengan larangan ini, maka Kiribati membatalkan semua kunjungan resmi dari negara lain yang sudah dijadwalkan. Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Kiribati, mereka sudah mengirimkan pemberitahuan kepada negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Kiribati.

Rupanya, kebijakan ini dipicu oleh ketegangan antara Kiribati dan negara-negara Barat, khususnya Australia. Australia yang selama ini menjadi negara donor terbesar untuk Kiribati, mengritik Kiribati yang kian mendekat ke China.

Kiribati adalah negara yang terhampar rendah di atol dengan populasi sekitar 120 ribu orang. Negara ini menghadapi ancaman pemanasan global yang menyebabkan naiknya permukaan air laut.

Lokasinya yang dekat Hawaii dan berada di samudra luas membuat Kiribati memiliki lokasi strategis. Akibatnya, Kiribati menjadi salah satu garda terdepat perebutan pengaruh antara negara Barat dan China.

Israel Serang Lebanon: Tiga Prajurit TNI Gugur, MPR Minta Seluruh Pasukan Perdamaian di Tarik Pulang

Pada 2019, Kiribati mengalihkan dukungan dari pro-Taiwan menjadi Pro-China. Alasannya, karena Kiribati memiliki kepentingan nasional dengan China sekaligus mengikuti jejak negara-negara Pasifik lain yang memilih mendekati China. Sejak peralihan kubu ini, China pun getol meningkatkan bantuannya kepada Kiribati.

Gara-gara pemilu

Menurut Juru Bicara Kemenlu Kiribati, Turia Tekirua, lawatan diplomatik dihentikan sementara hingga presiden baru terpilih dan pemerintahan baru dibentuk. Larangan ini bisa dikecualikan untuk lawatan skala kecil.

Sementara menurut para pengamat, larangan kunjungan ini mencerminkan keinginan Kiribati untuk menghindari campur tangan negara asing dalam proses pemilu mereka.

โ€œIni mencerminkan pola mereka untuk menghindari kekisruhan internasional seperti yang terjadi pada pemerintahan saat ini,โ€ kata Mihai Sora, salah satu direktur Lowy Institute, sebuah lembaga think tank Australia.

Pertumbuhan Positif GAC di Pasar Luar Negeri, AION V Cetak Rekor Penjualan Baru

Sebaliknya, kata Sora, โ€œLarangan berkunjung ini juga bisa menjadi upaya politis untuk menutupi lobi kuat dan kesepakatan yang mungkin sedang berlangsung menjelang pemilihan presiden.โ€ (ap/yen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom