
RUZKA-REPUBLIKA NETWORK โ Sebanyak 12 Desa Wisata dari 7 lokus Kabupaten/Kota di Jawa Barat telah selesai mengikuti Diseminasi hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M).
Aktivitas dilaksanakan terkait berakhirnya kegiatan P2M Politenik Pariwisata NHI Bandung Tahap 1 tahun anggaran 2025, sekaligus pertanggungjawaban kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Acara tersebut digelar selama 4 hari, yakni Selasa-Jumโat (21-24/10/2025) lalu di Ruang Karawitan Lantai 9 Hotel Grand Sunshine Jl. Raya Soreang No. 06, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Diseminasi diikuti masing masing 4 orang para pemangku kepentingan, terdiri dari Kepala Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Pelaku Usaha Pariwisata serta Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota terkait.
Baca juga: Sudah Clear, Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Kegiatan dibuka Wakil Direktur 1 Poltekpar NHI Bandung, Endang Komesty Sinaga, Rabu (22/10/2025) lalu.
Aktivitas ini papar Endang, merupakan kegiatan diseminasi ke 5 bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebagai perguruan tinggi pariwisata tertua di Indonesia dan di Asia Pasifik, terang Endang, pihaknya sangat berharap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan kontribusi riil kepada masyarakat.
โMelalui pendampingan berkelanjutan, diharapkan 2 atau 3 tahun ke depan desa wisata lokus penelitian mengalami kemajuan, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus menjadi projek percontohan bagi desa wisata lainnya,โ harap Endang.
Baca juga: Umroh Mandiri: Tak Semua yang Mandiri Siap Sendiri
Endang Komesty pun mengapresiasi para Dosen Poltekpar NHI Bandung yang telah melakukan penelitian dan pengabdian di 12 desa binaan sebagai desa wisata terpilih. Ia berharap peserta yang hadir dapat melakukan kolaborasi dan sharing demi kemajuan bersama.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekpar NHI Bandung, Dr. Cecep Ucu Rakhman mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban Pusat P2M.
โAktivitas ini bertujuan menyampaikan hasil penelitian yang telah dilakukan di berbagai lokus desa wisata di wilayah Provinsi Jawa Barat,โ terangnya.
Selain itu, lanjutnya, sebagai sarana berbagi praktik baik pengembangan pariwisata berbasis masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, sebagai kunci kesuksesan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah serta kelompok masyarakat di desa wisata.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Wulandari Dukung Aksi Bersih Kali Cipinang, Ini Aksi dan Pesannya
Tujuan lainnya, kata Dr. Cecep untuk mendapatkan masukan dan umpan balik dari para peserta, guna perbaikan dan pengembangan kegiatan ke depan, disamping tersampaikannya hasil P2M di 12 desa wisata kepada pemerintah daerah dan masyarakat terkait.
Kegiatan ini digelar, lanjutnya demi terbangunnya jejaring komunikasi dan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan masyarakat desa wisata, serta munculnya berbagai rekomendasi dan gagasan untuk pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.
Selain tujuan penting tadi, kata Dr. Cecep kegiatan ini pun dapat memperkuat komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan program program lanjutan.
โKegiatan Diseminasi hasil Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan pariwisata berbasis masyarakat di Jawa Barat,โ ungkap Dr. Cecep Ucu Rakhman.
Baca juga: Keren! Kehadiran Pasukan Polisi Berkuda di CFD Margonda, Dapat Apresiasi Warga Depok
Selain menghadirkan naras umber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (Jabar), momentum kegiatan kian menarik dengan kehadiran maestro wisata desa, Asep Hidayat Mustopa dari Desa Wisata Hanjeli Kecamatan Cisolok Sukabumi.
Selain itu, peserta diseminasi P2M nampak terpukau dengan penampilan Team Dalang Cilik dari Desa Wisata Kertawangi Cisarua, Kabupaten Bandung Barat di bawah binaan Poltekpar NHI Bandung, asuhan maestro Ki Dalang Wawan Ajen.
Selain dihadiri Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Irma Yuliawantini, pada kesempatan itu hadir pula sejumlah pejabat dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten di Jawa Barat serta para dosen Poltekpar NHI Bandung.
Di hari kedua dan ketiga giliran para dosen peneliti desa wisata di 7 lokus Kabupaten/Kota melakukan presentasi, ditanggapi para pemangku kepentingan dari tiap desa wisata dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan masing masing kabupaten/kota.
Presentasi pertama dari Kabupaten Garut, meliputi Desa Tenjonagara Kecamatan Sucinaraja, Desa Cikelet Kecamatan Cikelet dan Desa Cirapuhan Kecamatan Selaawi.
Selanjutnya Desa Wisata di Kabupaten Subang, yakni Desa Buniara Kecamatan Tanjungsiang, Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang, Desa Sukasari Kecamatan Dawuan dan Desa Cibeusi Kecamatan Ciater.
Disusul Kabupaten Tasikmalaya hanya satu desa, yakni Desa Taraju, Kecamatan Taraju dan Kota Cimahi penelitian difokuskan di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.
Sedang Penelitian di Kabupaten Cianjur dilakukan di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi dan di Kabupaten Bogor dilaksanakan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung serta di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (***)
Jurnalis : Ridwan

