Ekonomi Nasional
Beranda » Berita » Transmigrasi Kini Datangkan Teknologi ke Salor Papua Selatan, Bukan Sekadar Pindahkan Orang

Transmigrasi Kini Datangkan Teknologi ke Salor Papua Selatan, Bukan Sekadar Pindahkan Orang

Kementerian Transmigrasi mengembangkan kawasan transmigrasi Salor di Papua Selatan. Foto: Kemtrans/ruzkaindonesia

RUZKA INDONESIA – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan paradigma baru program transmigrasi di era Presiden Prabowo Subianto. Transmigrasi tidak lagi berfokus pada perpindahan penduduk, melainkan mendatangkan pengetahuan, teknologi, dan SDM terbaik untuk mempercepat kemajuan kawasan.

Hal itu disampaikan Iftitah usai menjajaki kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk mengembangkan Kawasan Transmigrasi Salor di Papua Selatan sebagai sentra pangan 40.000 hektare.

“Melalui transmigrasi, kita ingin mendatangkan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia terbaik untuk membantu masyarakat Papua mengelola potensi yang mereka miliki. Bukan sekadar memindahkan orang, tetapi menghadirkan kapasitas dan kesempatan yang dapat mempercepat kemajuan kawasan,” tandas Iftitah, Selasa (9/6/2026).

Hasil riset Tim Ekspedisi Patriot menunjukkan produktivitas pertanian di Salor masih memiliki ruang pengembangan sangat besar. Faktor kuncinya meliputi kualitas bibit, pengendalian hama, irigasi, serta jalan usaha tani.

Pemerintah daerah juga menyampaikan kebutuhan bengkel untuk alat-alat pertanian agar mendukung aktivitas produksi masyarakat.Kawasan Salor merupakan salah satu lumbung pangan utama di Papua Selatan. Produktivitas padi di sana terus meningkat, namun dinilai masih bisa dioptimalkan dengan teknologi, infrastruktur, dan penguatan SDM.

PLN Jakarta Peringatkan Penipuan “Listrik Hemat Instan”, Transaksi Hanya Lewat PLN Mobile

China Dukung Teknologi dan Alsintan

Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan terkesan dengan potensi pertanian Salor. Tim ahli Tiongkok melihat peluang besar pengembangan pertanian modern di wilayah tersebut.

“Kami mendukung pemanfaatan teknologi dan pengalaman Tiongkok untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di kawasan ini,” ujarnya.

Kedua pihak membahas pembangunan fasilitas produksi alat dan mesin pertanian di Merauke. Langkah ini untuk menekan biaya logistik dan memperkuat rantai pasok kawasan Salor.Kerja sama juga mencakup bidang pendidikan dan pengembangan SDM. Tujuannya membangun kawasan yang menciptakan nilai tambah ekonomi, meningkatkan produktivitas, menarik investasi, dan mempercepat pertumbuhan daerah. ***

Di Forum ILO Jenewa, Menaker Paparkan Program Prabowo Siapkan Tenaga Kerja di Era AI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan






Kolom